Postingan

بسم الله الرحمن الرحيم السلام عليكم و رحمة الله و بركاته على كل المؤمنينعيد الاضحى المبارك تقبل الله منا و منكم كل عام و انتم بخيرAssalamu 'aleykum untuk semua mu'minin. Selamat Hari Raya 'Idul Adzha Taqabbal Allahu Minna wa minkum shalih تقبل الله منا و منكم صالح الاعمال كل عام و انتم بخير Assalâmu aleyküm ve rahmatullahi ve berekatuhu bütün imanlılarğa mu'minler. Qurban Bayram hayırlı ve mubarek olsun. Allah bizim ve siziñ bütün hayırlı işleriñizni, amallarımizni v do'alarimizni qabul etsin. Qurban Bayraminiz hayırlı ve mubarek olsun. تقبل الله منا و منكم صالح الاعمال كل عام و انتم بخير Ассаламу 'алейкум всім віруючим братам мусульманам. Щіро поздоровляю всіх зі святом Курбан Байрам. Нехай Аллаh прийме всі наші молитви та дуъаАссаламу 'алейкум всем соблюдающим братьям мусульманам во всем мире. Сердечно поздравляю всех с Праздником Курбан Байрам. Пусть Аллаh примет от нас и от вас все молитвы, дуъа и хорошие делаالسلام علیکم بر همه ی مؤمنان در همه ی دنیا عید قربان بر شما مبارک باد تقبل الله منا و منکم صالح الاعمال کل عام و انتم بخیر

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيم..... Jangan lupa berpuasa di hari Arafah - 9 Dzulhijjah - 5 Juni. pahalahnya luar biasa

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيم*JAMINAN SURGA BAGI YANG MELAKSANAKAN SHALAT MALAM*⁣⁣Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka. Dari Abdullah bin Salam رضي الله عنه, Rasulullaah ﷺ bersabda,⁣⁣⁣⁣يَا أَيُّهَا اَلنَّاسُ! أَفْشُوا اَلسَّلَام, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍ⁣⁣⁣⁣Wahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 1334.)⁣⁣ *JANGAN TINGGALKAN SHALAT MALAM* ALLAAH Ta’ala berfirman:وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًاArtinya: “Dan pada sebagian malam, lakukanlah shalat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah (Muhammad), Ya Tuhanku, masukkan aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(ku)”. (QS Al-Isra [17]: 79-80).Ayat ini menunjukkan bahwa Shalat Tahajjud merupakan kewajiban tambahan bagi orang-orang beriman. Juga agar dengan Shalat tahajjud (Shalat Malam) itu akan menambah kedudukan dan meninggikan derajat.Maqaman mahmudan”, tempat yang terpuji, yakni tempat yang dipuji oleh orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian. Juga bermakna tempat di mana Nabi ﷺ memberikan syafa’at agar urusan manusia diselesaikan.Ketika itu manusia mencari orang yang mau memberikan syafa’at untuk mereka. Para manusia mendatangi Nabi Adam, lalu ke Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, hingga Nabi Isa. Namun mereka semua tidak bisa. Sehingga akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad ﷺ untuk berbicara kepada ALLAAH agar ALLAAH merahmati mereka di Padang Mahsyar.Pada Hari Akhir itu, seluruh manusia mengalami keadaan yang sangat susah tiada tara. Yang dapat melapangkan dan meringankan manusia dari keadaan yang sangat susah itu, di samping amal shalihnya semasa hidup di dunia, adalah permohonan Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam kepada Tuhan-nya, agar seseorang itu dilapangkan dan diringankan dari penderitaannya.Ini seperti disebutkan oleh Imam At-Tirmidzi dari Abu Hurairah. Bahwa Abu Hurairah bertanya kepada Nabi tentang yang dimaksud dengan “Maqaman mahmudan”. Maka kata Nabi, “itu ialah syafaatku.Imam Ibnu Jarir menjelaskan, kebanyakan para ulama berkata “Yang dimaksud dengan Maqaman Mahmudan itu ialah suatu kedudukan yang dipergunakan oleh Rasulullaah ﷺ pada hari kiamat untuk memberi syafaat kepada manusia, agar ALLAAH meringankan bagi mereka kesusahan dan kesulitan yang mereka alami pada hari tersebut”.Juga ada diriwayatkan oleh An-Nasai dan Al-Hakim dan segolongan ahli Hadis dari Huzaifah, ia berkata, “ALLAAH mengumpulkan manusia pada suatu daratan yang luas pada hari kiamat, mereka semua berdiri dan tidak seorangpun yang berbicara pada hari ini kecuali dengan izin-Nya. Orang-orang yang mula-mula diseru namanya ialah Muhammad, maka Muhammad berdoa kepada Nya. Maka inilah yang dimaksud dengan Maqaman Mahmudan dalam ayat ini.Pada ayat dikatakan:وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَArtinya: “Dan pada sebagian malam hari, salat tahajud-lah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu”.Ayat ini merupakan perintah dari ALLAAH kepada Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam untuk mengerja­kan shalat sunah malam hari sesudah shalat fardhu.Ini seperti disebutkan di dalam kitab Shahih Muslim, sebuah hadis dari Abu Hurairah, dari Rasulullaah ,ﷺ bahwa Nabi pernah ditanya mengenai shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu. Maka beliau menjawab melalui sabdanya:صَلَاةُ اللَّيْلِ“shalat sunnah malam hari”.Karena itulah maka ALLAAH memerintahkan kepada Rasul-Nya dan kemudian diikuti oleh orang-orang beriman untuk menghidupkan malam hari dengan shalat sunnah tahajjud.Keutamaan Shalat TahajjudAdapun keutamaan Shalat Tahajjud atau Shalat Malam disebutkan di dalam beberapa ayat dan hadits, di antaranya: *Pertama, tahajud merupakan amalan Nabi dan para sahabat* .Nabi ﷺ senantiasa menganjurkan kepada para sahabatnya untuk melakukan shalat tahajud. *Kedua, tahajud merupakan amalan utama setelah Shalat Fardhu* .Disebutkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullaah ﷺ bersabda:أَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ صَلاَةِ الْمَفْرُوْضَةِ، صَلاَةُ اللَّيْلِ.Artinya: “Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat yang dilakukan di malam hari.” (HR Muslim). *Ketiga, tahajud merupakan pembersih dan penyemangat jiwa.* Disebutkan oleh Abu Hurairah, Rasulullaah ﷺ bersabda:يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ: عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيْلٌ فَارْقُدْ! فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللهَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ صَلَّى اِنْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيْطًا طَيِّبَ النَّفْسِ، وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيْثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ.Artinya: “Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada ALLAAH, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.” (HR Bukhari). *Keempat, tahajjud lebih tepat untuk khusyu’.* ALLAAH menyebutkan di dalam firman-Nya:إِنَّ نَاشِئَةَ اللَّيْلِ هِيَ أَشَدُّ وَطْئًا وَأَقْوَمُ قِيلًاArtinya: “Sesungguhnya bangun pada waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu’) dan bacaan pada waktu itu lebih terkesan.” (QS Al-Muzzammil [73]: 6). *Kelima, tahajjud waktu yang mustajab untuk berdoa.* Dari Jabir bin ‘Abdillah berkata, ia mendengar Rasulullaah ﷺ bersabda:إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَـةً، لاَ يُوَافِقُهَا رَجُـلٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ.Artinya: “Sesungguhnya pada malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada ALLAAH dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka ALLAAH pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.” (HR Muslim). *Keenam, dengan tahajud membawa rahmat* .Disebutkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullaah ﷺ bersabda:رَحِمَ اللهُ رَجُـلاً، قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ اِمْرَأَتَهُ فَصَلَّتْ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِيْ وَجْهِهَا الْمَاءَ، وَرَحِمَ اللهُ اِمْرَأَةً، قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَ أَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِيْ وَجْهِهِ الْمَاءَ.Artinya: “Semoga ALLAAH merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga ALLAAH merahmati seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya”. (HR Abu Dawud). *Ketujuh, tahajhud tanda ahli dzikir.* Dari Abu Sa’id al-Khudri menuturkan, Rasulullaah ﷺ bersabda:مَنِ اسْتَيْقَظَ مِنَ اللَّيْلِ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ فَصَلَّيَا رَكْعَتَيْنِ جَمِيْعًا، كُتِبَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ اللهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ.Artinya: “Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada ALLAAH .” (HR Abu Dawud). *Kedelapan, tahajjud mengantarkan ke surga dengan selamat* .Dari ‘Abdullah bin Salam berkata, “Yang pertama kali aku dengar dari Rasulullaah ﷺ adalah sabda beliau:يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَفْشُوا السَّلاَمَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا اْلأَرْحَـامَ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ.Artinya: “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali silaturahmi dan shalatlah pada malam hari saat manusia tertidur, niscaya kalian akan masuk ke dalam surga dengan selamat.” (HR At-Tirmidzi).‘Aisyah isteri Nabi, pernah memberikan nasihat, Janganlah kalian meninggalkan shalat malam, karena Rasulullaah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau lelah, beliau shalat dalam keadaan duduk.” *Kesembilan, tahajjud bagaikan shadaqah.* Dari Ibnu Mas’ud menuturkan, Rasulullaah ﷺ bersabda:فَضْلُ صَلاَةِ اللَّـيْلِ عَلَى صَلاَةِ النَّهَارِ، كَفَضْلِ صَدَقَةِ السِّرِّ عَلَى صَدَقَةِ الْعَلاَنِيَةِ.Artinya: “Keutamaan shalat malam atas shalat siang, seperti keutamaan bershadaqah secara sembunyi atas bershadaqah secara terang-terangan.” (HR Abu Nu;aim). *Kesepuluh, tahajjud memberikan rasa aman.* Dari Ibnu Mas’ud menuturkan, Rasulullaah ﷺ bersabda:أَلاَ إِنَّ اللهَ يَضْحَكُ إِلَى رَجُلَيْنِ: رَجُلٌ قَـامَ فِيْ لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ مِنْ فِرَاشِهِ وَلِحَافِهِ وَدِثَارِهِ، فَتَوَضَّأَ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ، فَيَقُوْلُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَلاَئِكَتِهِ: مَا حَمَلَ عَـبْدِيْ هَذَا عَلَى مَا صَنَعَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: رَبُّنَا رَجَاءً مَا عِنْدَكَ وَشَفَقَةً مِمَّا عِنْدَكَ، فَيَقُوْلُ: فَإِنِّي قَدْ أَعْطَيْتُهُ مَا رَجَا وَأَمَّنْتُهُ مِمَّا يُخَافُ.Artinya: “Ketahuilah, sesungguhnya ALLAAH tertawa terhadap dua orang, yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu dan melakukan shalat (tahajud). ALLAAH Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ ALLAAH berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan”. (HR Ahmad) *Kesebelas, mempertajam insting kebaikan* .Sahabat Nabi, Ibnu Mas’ud, menjelaskan, “Sesungguhnya di dalam Taurat tertulis, ‘Sungguh ALLAAH telah memberikan kepada orang-orang yang lambungnya jauh dari tempat tidur apa yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia, yakni apa yang tidak di-ketahui oleh Malaikat yang dekat kepada ALLAAH dan Nabi yang diutus-Nya.” *Kedua belas, tahajjud tanda kemuliaan seseorang* .Ini seperti dikatakan Ibnu ‘Abbas, “Kemulian seseorang terletak pada shalatnya pada malam hari dan sikapnya menjauhi apa yang ada pada tangan orang lain.” *Ketiga belas, tahajjud menjadikan wajah cerah* .Al-Hasan juga pernah ditanya, “Mengapa orang yang selalu melakukan shalat Tahajjud wajahnya lebih cerah?” Ia menjawab, “Sebab mereka menyendiri bersama Ar-Rahman (ALLAAH), sehingga ALLAAH memberikan kepadanya cahaya-Nya.”Masih banyak lagi kalau akan diurai dan dirinci lagi tentunya. Namun ini pun sudah cukup bagi kita orang-orang beriman untuk menjadikan shalat tahajjud sebagai kebiasaan harian, mengikuti jejak Nabi, sahabat, dan orang-orang shalih. *والله أعلمُ بالـصـواب* # *Tauhid Manhaj & Aqidah*

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيم..... Jika sudah masuk penyebutan Musuh Tauhid maka sudah melakukan Takfir kepada kelompok tersebut dan sungguh ini perkara berat.Jika yg mereka maksud Syi'ah rafidhah sekuler, liberal dan semisal mereka sangat wajar, ttpi jika mereka masukkan jama'ah tabligh, Ikhwanul muslimin dan semisalnya maka perlu ada perincian dan tidak memukul rata.Tetapi Yg aneh adalah "Ulil Amri/tuan mereka" adalah kaum sekuler tetapi mereka tidak mengatakan kepada mereka musuh tauhid malah menjadikannya Ulil Amri, (ini termasuk kekeliruan besar mereka) padahal sudah diterangkan dalam Al Qur'an, hadist, Atsar hingga yg dikenal oleh para ulama islam terdahulu bahwa yg dimaksud Ulil Amri itu yakni yg tugas utama adalah mewakili Allah/pengganti tugas Nabi untuk menjalankan Aturan Allah dalam menjaga agama dan mengatur dunia.Imam Al Mawardi rahimahullah berkata : "Kepemimpinan itu diadakan dan diposisikan sebagai pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia” (Kitab Al-Ahkâm al-Sulthâniyyah)Imam Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan :كما أنه ليس كل حاكم - سواء كان ملكا أو رئيس جمهورية - يسمى أمير المؤمنين, وإنما أمير المؤمنين من يحكم بينهم بشرع الله ويلزمهم به, ويمنعهم من مخالفته, هذا هو المعلوم بين علماء الإسلام والمعروف بينهم"Sebagaimana tidaklah setiap pemimpin baik itu raja ataupun presiden dinamakan sebagai Amirul Mukminin. Yang dinamakan sebagai Amirul Mukminin hanyalah orang yang memberikan hukum bagi mereka (rakyat) syariat Allah dan mengharuskan mereka dengan syariat itu serta melarang mereka menyelisihinya. Hal ini telah diketahui di kalangan para ulama Islam dan yang dikenal di kalangan mereka." (Subulussalam hal. 111-112)Mustahil Allah Ta'ala menjadikan Pemimpin yg menjunjung tinggi hukum buatan yg menyelisihi hukum-Nya dianggap sebagai Ulil Amri yg wajib ditaati.Al-Baghawiy dalam tafsirnya, Ma’ālimut Tanzīl, terkait penafsiran ayat QS. Annisa 59 menukil sebuah atsar bahwa Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Hak yang wajib ditunaikan oleh seorang pemimpin adalah memutuskan perkara (berhukum) dengan apa yang Allah turunkan (Al-Qur’an dan Sunah) dan menjalankan amanah. Jika pemimpin telah melakukan hal itu, maka hak yang wajib ditunaikan oleh rakyat adalah mendengar dan taat.” (Tafsir Al-Baghawiy, Surah An-Nisa: 59; Al-Musannaf fil-Ahadis wal-Atsar).Siapa salaf kalian ? Yg kalian klaim sebagai pengikut salafussholeh? Padahal kalian menyelisihi Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ?Hadaanallaah waiyyakum ajma'in Allahu ta'ala a'lam

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيمAllaah 'Azza Wa JallaBerfirman:-----------------"Mereka menjadi-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka sebagai Robb-robb(tuhan-tuhan pembuat aturan hukum) selain Allaah dan mereka juga mengambil Al-Masih Ibnu Maryam (sebagai Robb selain Allaah)."-Padahal mereka tidak di-perintah-kan kecuali untuk ber-ibadah kepada Ilah Yang Maha Esa,, tidak ada Ilah yang berhak di-ibadahi selain-Nya.Maha Suci Allaah dari ke-syirikan mereka.[At-Taubah:9:31]Saat menjelas-kan ayat yang mulia di-atas Al-Imam Ibnu Hazm Rahimahullahubertutur:-------------"Karena kaum Yahudi dan Nasrani mengharam-kan apa yang di-haram-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka dan menghalal-kan apa yang mereka halal-kan,, Maka tindakan ini merupa-kan Rububiyah(mengangkat Robb,,Tuhan) yang sebenar-nya dan ibadah yang sebenar-nya.Maka kaum Yahudi dan Nasrani telah ber-dien(ber-agama) dengan hal itu,, dan Allaah 'Azza Wa Jalla menyebut perbuatan mereka itu sebagai mengambil Arbab(tuhan-tuhan selain Allaah) dan ibadah."-Ini adalah ke-syirikan tanpa ada perbedaan pendapat lagi.[Al-Fashl Fi Al-Milal Wa Al-Ahwa Wan-Nihal:3/266]Orang yang berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum adalah sama seperti hal-nya orang yang berbuat syirik kepada Allaah 'Azza Wa Jalla dalam masalah ibadah ritual,, antara ke-dua-nya tidak ada perbedaan.Orang yang mengikuti hukum positif selain hukum Allaah Ta'ala adalah seperti hal-nya orang yang menyembah berhala dan sujud kepada berhala.Antara ke-dua-nya sama sekali tidak ada perbedaan dari satu sisi sekali pun."-Ke-dua-nya sama dan kedua-dua-nya musyrik dan kafir kepada Allaah 'Azza Wa Jalla.Sebagaimana di-katakan Oleh Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi Rahimahullahu -------------------------------"Berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum dan berbuat syirik dalam masalah ibadah itu sama saja.Allaah Ta'ala berfirman tentanghukum-Nya:-------------------"Allaah tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan.[Al-Kahfi:18:26]Dalam Qira'ah Imam Ibnu Amir yang termasuk Qira'ah Sab'ah berbunyi :--------------------------------------"Dan jangan-lah engkau mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan,"(Dalam bentuk larangan]."Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robb-nya maka hendak-lah ia mengerja-kan amal sholih dan jangan-lah ia mempersekutu-kan seorang pun dalam ber-ibadah kepada Tuhan-nya.[Al-Kahfi:18:110]Ke-dua perkara tersebut sama saja.[Adhwa Ul-Bayan:7/162--Tafsir QS:Asy-Syura:42:10]والله اعلم

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيم..... Haramnya Bersekutu dengan Musuh IslamBersekutu, berloyalitas, atau memberikan dukungan kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan kecintaan, pembelaan, atau keterikatan ideologis adalah perbuatan yang terlarang dalam Islam. Hal ini menyangkut masalah wala’ dan bara’ (loyalitas dan berlepas diri) yang merupakan bagian penting dari akidah Islam.Bersekutu dan loyal kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan cinta, persetujuan terhadap agama mereka, atau pembelaan terhadap agenda mereka adalah dosa yang besar dan merusak aqidah seseorang.Sang Pencipta berfirman dalam Al-Ma'idah: 51"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia. Mereka adalah teman setia bagi sesamanya. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka sebagai teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."Dan dalam surah Ali ‘Imran: 28"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang melakukan itu, niscaya dia tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah sedikit pun, kecuali karena (siasat) untuk menjaga diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka."Dan juga dalam Al-Mumtahanah: 1"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia, (yang kamu sampaikan kepada mereka) rasa kasih sayang, padahal sungguh mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu."Dan Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka."Hadits ini menunjukkan bahwa bentuk keserupaan dalam akhlak, perbuatan, atau sikap loyalitas kepada orang kafir dapat menyebabkan seseorang tergolong ke dalam kaum tersebut secara status moral dan keagamaan.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." (Shahih Muslim No. 150).Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan hadist ini sebagai berikut:“Hati seorang mukmin harus bersih dari kecintaan terhadap musuh Allah. Karena jika hati telah disusupi rasa cinta kepada kekufuran atau pelakunya, maka iman itu akan tercemar, bahkan bisa hilang.”Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata terkait hadist ini dalam Majmu’ Al-Fatawa:“Barang siapa yang mencintai musuh Allah dan menampakkan loyalitas kepadanya, maka ini tanda bahwa dalam hatinya tidak ada kesempurnaan iman. Bahkan bisa jadi ia telah keluar dari Islam, jika kecintaannya kepada orang kafir tersebut bersifat diniyah (agama), bukan hanya duniawi.”Kalangan Ulama Salaf juga dengan tegas memperingatkan umat atas bahaya persekutuan seperti ini dalam banyak fatwa mereka.Abdullah bin Mas’ud (radhiyallahu ‘anhu)"Janganlah kalian menjadi pengikut orang-orang kafir, karena mereka tidak pernah menginginkan kebaikan bagi kalian."Sufyan Ats-Tsauri (rahimahullah)"Berjaga-jagalah dari bergaul dengan ahli bid’ah dan orang kafir, karena hati itu lemah, dan fitnah itu cepat menyambar."Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah)"Barang siapa yang duduk bersama ahlul bid’ah atau orang-orang kafir dalam kedekatan cinta dan loyalitas, maka dia telah menghinakan Islam."Al-Fudhail bin ‘Iyadh (rahimahullah)"Jika kamu melihat seseorang mencintai musuh Allah, maka ketahuilah bahwa ia adalah musuh Allah."Ibnu Taimiyah (rahimahullah)"Wala’ (loyalitas) itu adalah cinta dan pertolongan. Maka barang siapa mencintai orang kafir karena agamanya atau membela mereka, maka ia telah keluar dari Islam."Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (rahimahullah)"Wala’ dan bara’ adalah pondasi utama dari agama ini. Tidak akan lurus keislaman seseorang kecuali dengannya."Imam Al-Barbahari (rahimahullah)"Ketahuilah, bahwa siapa pun yang mencintai musuh Allah dan berjalan di atas jalan mereka, maka dia telah keluar dari Islam walau ia mengaku sebagai Muslim."#dakwah #tauhid #Islam #manhaj

Gambar

بسم الله الرحمن الرحيم Apakah Khomr perkara ushul, atau furu’?Minum khomr adalah maksiat yang melemahkan iman dan pelaku masih dalam daerah Islam tanpa keraguan selama tidak menghalalkan. Jadi disini ada poin penghalalan yang jauh lebih krusial. Setelah jelas hukum khomr, maka hukum khomr menjadi salah satu tanda pembeda islam dan kufr. Perkara yang mesti diketahui sebagai bagian dari Islam. Ini poin bagian dari ushul agama. Dikecualikan ketika hukum haramnya baru, karena ada sahabat yang minum setelah pengharaman, dan itu karena karena tidak tahu perubahan hukum atau karena tawil, dan setelah itu tidak bisa diterima lagi tawil. Ada juga sahabat yang minum karena maksiat dan di tetapkan pada mereka hukuman. Jadi artinya peminum masih dilingkungan Islam, tanpa tercemari paham atau Isme-Isme lainnya. Satu lagi yang bisa jadi udzur ketidak tahuan pengharaman khomr adalah pada orang yang baru masuk islam, dari daerah yang benar-benar tidak mendengar tentang islam sebelumnya kecuali beberapa hal saja, atau bahkan versi salah pahamnya.Maka status hukum haramnya minum khomer seperti status kewajiban puasa Romadhon. Yang satu hukumnya haram, yang satu hukumnya wajib. Namun status hukum masing-masing adalah sama-sama diketahui secara krusial, beda paham dalam hukum adalah mengeluarkan dari Islam, tapi beda dalam pengamalan, baru berada di level kefasikan.Adapun yang merokok dan nggangap halal. Artinya dah berani mentarjih. Mentarjih tanpa murijjih adalah masalah. Adapun mentarjih menyelisihi murojjih, lebih dari sekedar masalah. Bisa masuk ke kategori kezindiqan. Bukan lagi kefasiqan yaitu memilih mengerjakan yang haram, tapi menghalalkan yang haram. Pemilihan murijjih juga ciri kejujuran beragama. Dan murijjih disini adalah kesimpulan rokok itu mudhorot berdasar pembuktian yang valid.Dua kubu yang menggemaskan.الحمد لله ثم الصلاة و السلام على عبده و رسوله محمد

Gambar