Langsung ke konten utama
بسم الله الرحمن الرحيم..... Jika sudah masuk penyebutan Musuh Tauhid maka sudah melakukan Takfir kepada kelompok tersebut dan sungguh ini perkara berat.Jika yg mereka maksud Syi'ah rafidhah sekuler, liberal dan semisal mereka sangat wajar, ttpi jika mereka masukkan jama'ah tabligh, Ikhwanul muslimin dan semisalnya maka perlu ada perincian dan tidak memukul rata.Tetapi Yg aneh adalah "Ulil Amri/tuan mereka" adalah kaum sekuler tetapi mereka tidak mengatakan kepada mereka musuh tauhid malah menjadikannya Ulil Amri, (ini termasuk kekeliruan besar mereka) padahal sudah diterangkan dalam Al Qur'an, hadist, Atsar hingga yg dikenal oleh para ulama islam terdahulu bahwa yg dimaksud Ulil Amri itu yakni yg tugas utama adalah mewakili Allah/pengganti tugas Nabi untuk menjalankan Aturan Allah dalam menjaga agama dan mengatur dunia.Imam Al Mawardi rahimahullah berkata : "Kepemimpinan itu diadakan dan diposisikan sebagai pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia” (Kitab Al-Ahkâm al-Sulthâniyyah)Imam Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan :كما أنه ليس كل حاكم - سواء كان ملكا أو رئيس جمهورية - يسمى أمير المؤمنين, وإنما أمير المؤمنين من يحكم بينهم بشرع الله ويلزمهم به, ويمنعهم من مخالفته, هذا هو المعلوم بين علماء الإسلام والمعروف بينهم"Sebagaimana tidaklah setiap pemimpin baik itu raja ataupun presiden dinamakan sebagai Amirul Mukminin. Yang dinamakan sebagai Amirul Mukminin hanyalah orang yang memberikan hukum bagi mereka (rakyat) syariat Allah dan mengharuskan mereka dengan syariat itu serta melarang mereka menyelisihinya. Hal ini telah diketahui di kalangan para ulama Islam dan yang dikenal di kalangan mereka." (Subulussalam hal. 111-112)Mustahil Allah Ta'ala menjadikan Pemimpin yg menjunjung tinggi hukum buatan yg menyelisihi hukum-Nya dianggap sebagai Ulil Amri yg wajib ditaati.Al-Baghawiy dalam tafsirnya, Ma’ālimut Tanzīl, terkait penafsiran ayat QS. Annisa 59 menukil sebuah atsar bahwa Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Hak yang wajib ditunaikan oleh seorang pemimpin adalah memutuskan perkara (berhukum) dengan apa yang Allah turunkan (Al-Qur’an dan Sunah) dan menjalankan amanah. Jika pemimpin telah melakukan hal itu, maka hak yang wajib ditunaikan oleh rakyat adalah mendengar dan taat.” (Tafsir Al-Baghawiy, Surah An-Nisa: 59; Al-Musannaf fil-Ahadis wal-Atsar).Siapa salaf kalian ? Yg kalian klaim sebagai pengikut salafussholeh? Padahal kalian menyelisihi Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ?Hadaanallaah waiyyakum ajma'in Allahu ta'ala a'lam
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar