Langsung ke konten utama
بسم الله الرحمن الرحيمAllaah 'Azza Wa JallaBerfirman:-----------------"Mereka menjadi-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka sebagai Robb-robb(tuhan-tuhan pembuat aturan hukum) selain Allaah dan mereka juga mengambil Al-Masih Ibnu Maryam (sebagai Robb selain Allaah)."-Padahal mereka tidak di-perintah-kan kecuali untuk ber-ibadah kepada Ilah Yang Maha Esa,, tidak ada Ilah yang berhak di-ibadahi selain-Nya.Maha Suci Allaah dari ke-syirikan mereka.[At-Taubah:9:31]Saat menjelas-kan ayat yang mulia di-atas Al-Imam Ibnu Hazm Rahimahullahubertutur:-------------"Karena kaum Yahudi dan Nasrani mengharam-kan apa yang di-haram-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka dan menghalal-kan apa yang mereka halal-kan,, Maka tindakan ini merupa-kan Rububiyah(mengangkat Robb,,Tuhan) yang sebenar-nya dan ibadah yang sebenar-nya.Maka kaum Yahudi dan Nasrani telah ber-dien(ber-agama) dengan hal itu,, dan Allaah 'Azza Wa Jalla menyebut perbuatan mereka itu sebagai mengambil Arbab(tuhan-tuhan selain Allaah) dan ibadah."-Ini adalah ke-syirikan tanpa ada perbedaan pendapat lagi.[Al-Fashl Fi Al-Milal Wa Al-Ahwa Wan-Nihal:3/266]Orang yang berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum adalah sama seperti hal-nya orang yang berbuat syirik kepada Allaah 'Azza Wa Jalla dalam masalah ibadah ritual,, antara ke-dua-nya tidak ada perbedaan.Orang yang mengikuti hukum positif selain hukum Allaah Ta'ala adalah seperti hal-nya orang yang menyembah berhala dan sujud kepada berhala.Antara ke-dua-nya sama sekali tidak ada perbedaan dari satu sisi sekali pun."-Ke-dua-nya sama dan kedua-dua-nya musyrik dan kafir kepada Allaah 'Azza Wa Jalla.Sebagaimana di-katakan Oleh Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi Rahimahullahu -------------------------------"Berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum dan berbuat syirik dalam masalah ibadah itu sama saja.Allaah Ta'ala berfirman tentanghukum-Nya:-------------------"Allaah tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan.[Al-Kahfi:18:26]Dalam Qira'ah Imam Ibnu Amir yang termasuk Qira'ah Sab'ah berbunyi :--------------------------------------"Dan jangan-lah engkau mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan,"(Dalam bentuk larangan]."Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robb-nya maka hendak-lah ia mengerja-kan amal sholih dan jangan-lah ia mempersekutu-kan seorang pun dalam ber-ibadah kepada Tuhan-nya.[Al-Kahfi:18:110]Ke-dua perkara tersebut sama saja.[Adhwa Ul-Bayan:7/162--Tafsir QS:Asy-Syura:42:10]والله اعلم
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar