Langsung ke konten utama
بسم الله الرحمن الرحيم..... Haramnya Bersekutu dengan Musuh IslamBersekutu, berloyalitas, atau memberikan dukungan kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan kecintaan, pembelaan, atau keterikatan ideologis adalah perbuatan yang terlarang dalam Islam. Hal ini menyangkut masalah wala’ dan bara’ (loyalitas dan berlepas diri) yang merupakan bagian penting dari akidah Islam.Bersekutu dan loyal kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan cinta, persetujuan terhadap agama mereka, atau pembelaan terhadap agenda mereka adalah dosa yang besar dan merusak aqidah seseorang.Sang Pencipta berfirman dalam Al-Ma'idah: 51"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia. Mereka adalah teman setia bagi sesamanya. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka sebagai teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."Dan dalam surah Ali ‘Imran: 28"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang melakukan itu, niscaya dia tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah sedikit pun, kecuali karena (siasat) untuk menjaga diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka."Dan juga dalam Al-Mumtahanah: 1"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia, (yang kamu sampaikan kepada mereka) rasa kasih sayang, padahal sungguh mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu."Dan Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka."Hadits ini menunjukkan bahwa bentuk keserupaan dalam akhlak, perbuatan, atau sikap loyalitas kepada orang kafir dapat menyebabkan seseorang tergolong ke dalam kaum tersebut secara status moral dan keagamaan.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." (Shahih Muslim No. 150).Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan hadist ini sebagai berikut:“Hati seorang mukmin harus bersih dari kecintaan terhadap musuh Allah. Karena jika hati telah disusupi rasa cinta kepada kekufuran atau pelakunya, maka iman itu akan tercemar, bahkan bisa hilang.”Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata terkait hadist ini dalam Majmu’ Al-Fatawa:“Barang siapa yang mencintai musuh Allah dan menampakkan loyalitas kepadanya, maka ini tanda bahwa dalam hatinya tidak ada kesempurnaan iman. Bahkan bisa jadi ia telah keluar dari Islam, jika kecintaannya kepada orang kafir tersebut bersifat diniyah (agama), bukan hanya duniawi.”Kalangan Ulama Salaf juga dengan tegas memperingatkan umat atas bahaya persekutuan seperti ini dalam banyak fatwa mereka.Abdullah bin Mas’ud (radhiyallahu ‘anhu)"Janganlah kalian menjadi pengikut orang-orang kafir, karena mereka tidak pernah menginginkan kebaikan bagi kalian."Sufyan Ats-Tsauri (rahimahullah)"Berjaga-jagalah dari bergaul dengan ahli bid’ah dan orang kafir, karena hati itu lemah, dan fitnah itu cepat menyambar."Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah)"Barang siapa yang duduk bersama ahlul bid’ah atau orang-orang kafir dalam kedekatan cinta dan loyalitas, maka dia telah menghinakan Islam."Al-Fudhail bin ‘Iyadh (rahimahullah)"Jika kamu melihat seseorang mencintai musuh Allah, maka ketahuilah bahwa ia adalah musuh Allah."Ibnu Taimiyah (rahimahullah)"Wala’ (loyalitas) itu adalah cinta dan pertolongan. Maka barang siapa mencintai orang kafir karena agamanya atau membela mereka, maka ia telah keluar dari Islam."Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (rahimahullah)"Wala’ dan bara’ adalah pondasi utama dari agama ini. Tidak akan lurus keislaman seseorang kecuali dengannya."Imam Al-Barbahari (rahimahullah)"Ketahuilah, bahwa siapa pun yang mencintai musuh Allah dan berjalan di atas jalan mereka, maka dia telah keluar dari Islam walau ia mengaku sebagai Muslim."#dakwah #tauhid #Islam #manhaj
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar