بسم الله الرحمن الرحيم Apakah Khomr perkara ushul, atau furu’?Minum khomr adalah maksiat yang melemahkan iman dan pelaku masih dalam daerah Islam tanpa keraguan selama tidak menghalalkan. Jadi disini ada poin penghalalan yang jauh lebih krusial. Setelah jelas hukum khomr, maka hukum khomr menjadi salah satu tanda pembeda islam dan kufr. Perkara yang mesti diketahui sebagai bagian dari Islam. Ini poin bagian dari ushul agama. Dikecualikan ketika hukum haramnya baru, karena ada sahabat yang minum setelah pengharaman, dan itu karena karena tidak tahu perubahan hukum atau karena tawil, dan setelah itu tidak bisa diterima lagi tawil. Ada juga sahabat yang minum karena maksiat dan di tetapkan pada mereka hukuman. Jadi artinya peminum masih dilingkungan Islam, tanpa tercemari paham atau Isme-Isme lainnya. Satu lagi yang bisa jadi udzur ketidak tahuan pengharaman khomr adalah pada orang yang baru masuk islam, dari daerah yang benar-benar tidak mendengar tentang islam sebelumnya kecuali beberapa hal saja, atau bahkan versi salah pahamnya.Maka status hukum haramnya minum khomer seperti status kewajiban puasa Romadhon. Yang satu hukumnya haram, yang satu hukumnya wajib. Namun status hukum masing-masing adalah sama-sama diketahui secara krusial, beda paham dalam hukum adalah mengeluarkan dari Islam, tapi beda dalam pengamalan, baru berada di level kefasikan.Adapun yang merokok dan nggangap halal. Artinya dah berani mentarjih. Mentarjih tanpa murijjih adalah masalah. Adapun mentarjih menyelisihi murojjih, lebih dari sekedar masalah. Bisa masuk ke kategori kezindiqan. Bukan lagi kefasiqan yaitu memilih mengerjakan yang haram, tapi menghalalkan yang haram. Pemilihan murijjih juga ciri kejujuran beragama. Dan murijjih disini adalah kesimpulan rokok itu mudhorot berdasar pembuktian yang valid.Dua kubu yang menggemaskan.الحمد لله ثم الصلاة و السلام على عبده و رسوله محمد

Komentar

Postingan populer dari blog ini

بسم الله الرحمن الرحيم..... ISTIDRAJ adalah suatu jebakan berupa kenikmatan kelapangan rezeki padahal penerimanya dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah padahal sudah sering diingatkan.Jadi, ketika Allah membiarkan kita :1. Sengaja meninggalkan shalat.2. Sengaja meninggalkan puasa.3. Tidak ada perasaan berdosa ketika bermaksiat dan membuka aurat.4. Berat untuk bershadaqah.5. Merasa bangga dengan apa yang dimiliki.6. Mengabaikan semua atau mungkin sebagian perintah Allah.7. Menganggap enteng perintah- perintah Allah.8. Merasa umurnya panjang dan menunda-nunda taubat.9. Tidak mau menuntut ilmu syar’I.10. Lupa akan kematian.Tetapi Allah tetap memberikan kita :1. Harta yang berlimpah.2. Kesenangan terus menerus.3. Dikagumi dan dipuja puji banyak orang.4. Tidak pernah diberikan sakit.5. Tidak pernah diberikan musibah.6. Hidupnya aman-aman saja.Hati-hati karena semuanya itu adalah ISTIDRAJ.Ini merupakan bentuk kesengajaan dan pembiaran yang dilakukan Allah pada hambaNya yang sengaja berpaling dari perintah-perintah Allah, Allah menunda segala bentuk azabNya.Allah membiarkan hamba tersebut semakin lalai dan semakin diperbudak dunia, Allah membuatnya lupa pada kematian.Jangan dulu merasa aman, nyaman, tentram dengan hidup kita saat ini, seolah hidup kita penuh berkah dari Allah, lihat diri kita.Bila semua kesenangan yang Allah titipkan tapi justru membuat kita semakin jauh dari Allah dan melupakan segala perintah-perintahNya bersiaplah utk menantikan konsekuensinya, karena janji Allah itu Maha Benar.فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَMaka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. (QS. Al-An'am: 44)Semoga bermanfaat( Hafiz abu AdamGhazy)