Postingan
Menampilkan postingan dari Mei, 2025
بسم الله الرحمن الرحيم..... Jika sudah masuk penyebutan Musuh Tauhid maka sudah melakukan Takfir kepada kelompok tersebut dan sungguh ini perkara berat.Jika yg mereka maksud Syi'ah rafidhah sekuler, liberal dan semisal mereka sangat wajar, ttpi jika mereka masukkan jama'ah tabligh, Ikhwanul muslimin dan semisalnya maka perlu ada perincian dan tidak memukul rata.Tetapi Yg aneh adalah "Ulil Amri/tuan mereka" adalah kaum sekuler tetapi mereka tidak mengatakan kepada mereka musuh tauhid malah menjadikannya Ulil Amri, (ini termasuk kekeliruan besar mereka) padahal sudah diterangkan dalam Al Qur'an, hadist, Atsar hingga yg dikenal oleh para ulama islam terdahulu bahwa yg dimaksud Ulil Amri itu yakni yg tugas utama adalah mewakili Allah/pengganti tugas Nabi untuk menjalankan Aturan Allah dalam menjaga agama dan mengatur dunia.Imam Al Mawardi rahimahullah berkata : "Kepemimpinan itu diadakan dan diposisikan sebagai pengganti kenabian dalam menjaga agama dan mengatur dunia” (Kitab Al-Ahkâm al-Sulthâniyyah)Imam Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan :كما أنه ليس كل حاكم - سواء كان ملكا أو رئيس جمهورية - يسمى أمير المؤمنين, وإنما أمير المؤمنين من يحكم بينهم بشرع الله ويلزمهم به, ويمنعهم من مخالفته, هذا هو المعلوم بين علماء الإسلام والمعروف بينهم"Sebagaimana tidaklah setiap pemimpin baik itu raja ataupun presiden dinamakan sebagai Amirul Mukminin. Yang dinamakan sebagai Amirul Mukminin hanyalah orang yang memberikan hukum bagi mereka (rakyat) syariat Allah dan mengharuskan mereka dengan syariat itu serta melarang mereka menyelisihinya. Hal ini telah diketahui di kalangan para ulama Islam dan yang dikenal di kalangan mereka." (Subulussalam hal. 111-112)Mustahil Allah Ta'ala menjadikan Pemimpin yg menjunjung tinggi hukum buatan yg menyelisihi hukum-Nya dianggap sebagai Ulil Amri yg wajib ditaati.Al-Baghawiy dalam tafsirnya, Ma’ālimut Tanzīl, terkait penafsiran ayat QS. Annisa 59 menukil sebuah atsar bahwa Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Hak yang wajib ditunaikan oleh seorang pemimpin adalah memutuskan perkara (berhukum) dengan apa yang Allah turunkan (Al-Qur’an dan Sunah) dan menjalankan amanah. Jika pemimpin telah melakukan hal itu, maka hak yang wajib ditunaikan oleh rakyat adalah mendengar dan taat.” (Tafsir Al-Baghawiy, Surah An-Nisa: 59; Al-Musannaf fil-Ahadis wal-Atsar).Siapa salaf kalian ? Yg kalian klaim sebagai pengikut salafussholeh? Padahal kalian menyelisihi Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ?Hadaanallaah waiyyakum ajma'in Allahu ta'ala a'lam
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيمAllaah 'Azza Wa JallaBerfirman:-----------------"Mereka menjadi-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka sebagai Robb-robb(tuhan-tuhan pembuat aturan hukum) selain Allaah dan mereka juga mengambil Al-Masih Ibnu Maryam (sebagai Robb selain Allaah)."-Padahal mereka tidak di-perintah-kan kecuali untuk ber-ibadah kepada Ilah Yang Maha Esa,, tidak ada Ilah yang berhak di-ibadahi selain-Nya.Maha Suci Allaah dari ke-syirikan mereka.[At-Taubah:9:31]Saat menjelas-kan ayat yang mulia di-atas Al-Imam Ibnu Hazm Rahimahullahubertutur:-------------"Karena kaum Yahudi dan Nasrani mengharam-kan apa yang di-haram-kan para pendeta dan ahli ibadah mereka dan menghalal-kan apa yang mereka halal-kan,, Maka tindakan ini merupa-kan Rububiyah(mengangkat Robb,,Tuhan) yang sebenar-nya dan ibadah yang sebenar-nya.Maka kaum Yahudi dan Nasrani telah ber-dien(ber-agama) dengan hal itu,, dan Allaah 'Azza Wa Jalla menyebut perbuatan mereka itu sebagai mengambil Arbab(tuhan-tuhan selain Allaah) dan ibadah."-Ini adalah ke-syirikan tanpa ada perbedaan pendapat lagi.[Al-Fashl Fi Al-Milal Wa Al-Ahwa Wan-Nihal:3/266]Orang yang berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum adalah sama seperti hal-nya orang yang berbuat syirik kepada Allaah 'Azza Wa Jalla dalam masalah ibadah ritual,, antara ke-dua-nya tidak ada perbedaan.Orang yang mengikuti hukum positif selain hukum Allaah Ta'ala adalah seperti hal-nya orang yang menyembah berhala dan sujud kepada berhala.Antara ke-dua-nya sama sekali tidak ada perbedaan dari satu sisi sekali pun."-Ke-dua-nya sama dan kedua-dua-nya musyrik dan kafir kepada Allaah 'Azza Wa Jalla.Sebagaimana di-katakan Oleh Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi Rahimahullahu -------------------------------"Berbuat syirik kepada Allaah Ta'ala dalam masalah hukum dan berbuat syirik dalam masalah ibadah itu sama saja.Allaah Ta'ala berfirman tentanghukum-Nya:-------------------"Allaah tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan.[Al-Kahfi:18:26]Dalam Qira'ah Imam Ibnu Amir yang termasuk Qira'ah Sab'ah berbunyi :--------------------------------------"Dan jangan-lah engkau mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetap-kan keputusan,"(Dalam bentuk larangan]."Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Robb-nya maka hendak-lah ia mengerja-kan amal sholih dan jangan-lah ia mempersekutu-kan seorang pun dalam ber-ibadah kepada Tuhan-nya.[Al-Kahfi:18:110]Ke-dua perkara tersebut sama saja.[Adhwa Ul-Bayan:7/162--Tafsir QS:Asy-Syura:42:10]والله اعلم
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيم..... Haramnya Bersekutu dengan Musuh IslamBersekutu, berloyalitas, atau memberikan dukungan kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan kecintaan, pembelaan, atau keterikatan ideologis adalah perbuatan yang terlarang dalam Islam. Hal ini menyangkut masalah wala’ dan bara’ (loyalitas dan berlepas diri) yang merupakan bagian penting dari akidah Islam.Bersekutu dan loyal kepada orang-orang kafir dalam bentuk yang menunjukkan cinta, persetujuan terhadap agama mereka, atau pembelaan terhadap agenda mereka adalah dosa yang besar dan merusak aqidah seseorang.Sang Pencipta berfirman dalam Al-Ma'idah: 51"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai teman setia. Mereka adalah teman setia bagi sesamanya. Barang siapa di antara kalian mengambil mereka sebagai teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."Dan dalam surah Ali ‘Imran: 28"Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa yang melakukan itu, niscaya dia tidak akan mendapatkan pertolongan dari Allah sedikit pun, kecuali karena (siasat) untuk menjaga diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka."Dan juga dalam Al-Mumtahanah: 1"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai teman setia, (yang kamu sampaikan kepada mereka) rasa kasih sayang, padahal sungguh mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu."Dan Nabi-Nya yang mulia, Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari mereka."Hadits ini menunjukkan bahwa bentuk keserupaan dalam akhlak, perbuatan, atau sikap loyalitas kepada orang kafir dapat menyebabkan seseorang tergolong ke dalam kaum tersebut secara status moral dan keagamaan.Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:"Tali keimanan yang paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah." (Shahih Muslim No. 150).Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahullah menjelaskan hadist ini sebagai berikut:“Hati seorang mukmin harus bersih dari kecintaan terhadap musuh Allah. Karena jika hati telah disusupi rasa cinta kepada kekufuran atau pelakunya, maka iman itu akan tercemar, bahkan bisa hilang.”Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga berkata terkait hadist ini dalam Majmu’ Al-Fatawa:“Barang siapa yang mencintai musuh Allah dan menampakkan loyalitas kepadanya, maka ini tanda bahwa dalam hatinya tidak ada kesempurnaan iman. Bahkan bisa jadi ia telah keluar dari Islam, jika kecintaannya kepada orang kafir tersebut bersifat diniyah (agama), bukan hanya duniawi.”Kalangan Ulama Salaf juga dengan tegas memperingatkan umat atas bahaya persekutuan seperti ini dalam banyak fatwa mereka.Abdullah bin Mas’ud (radhiyallahu ‘anhu)"Janganlah kalian menjadi pengikut orang-orang kafir, karena mereka tidak pernah menginginkan kebaikan bagi kalian."Sufyan Ats-Tsauri (rahimahullah)"Berjaga-jagalah dari bergaul dengan ahli bid’ah dan orang kafir, karena hati itu lemah, dan fitnah itu cepat menyambar."Imam Ahmad bin Hanbal (rahimahullah)"Barang siapa yang duduk bersama ahlul bid’ah atau orang-orang kafir dalam kedekatan cinta dan loyalitas, maka dia telah menghinakan Islam."Al-Fudhail bin ‘Iyadh (rahimahullah)"Jika kamu melihat seseorang mencintai musuh Allah, maka ketahuilah bahwa ia adalah musuh Allah."Ibnu Taimiyah (rahimahullah)"Wala’ (loyalitas) itu adalah cinta dan pertolongan. Maka barang siapa mencintai orang kafir karena agamanya atau membela mereka, maka ia telah keluar dari Islam."Ibnu Qayyim al-Jauziyyah (rahimahullah)"Wala’ dan bara’ adalah pondasi utama dari agama ini. Tidak akan lurus keislaman seseorang kecuali dengannya."Imam Al-Barbahari (rahimahullah)"Ketahuilah, bahwa siapa pun yang mencintai musuh Allah dan berjalan di atas jalan mereka, maka dia telah keluar dari Islam walau ia mengaku sebagai Muslim."#dakwah #tauhid #Islam #manhaj
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيم Apakah Khomr perkara ushul, atau furu’?Minum khomr adalah maksiat yang melemahkan iman dan pelaku masih dalam daerah Islam tanpa keraguan selama tidak menghalalkan. Jadi disini ada poin penghalalan yang jauh lebih krusial. Setelah jelas hukum khomr, maka hukum khomr menjadi salah satu tanda pembeda islam dan kufr. Perkara yang mesti diketahui sebagai bagian dari Islam. Ini poin bagian dari ushul agama. Dikecualikan ketika hukum haramnya baru, karena ada sahabat yang minum setelah pengharaman, dan itu karena karena tidak tahu perubahan hukum atau karena tawil, dan setelah itu tidak bisa diterima lagi tawil. Ada juga sahabat yang minum karena maksiat dan di tetapkan pada mereka hukuman. Jadi artinya peminum masih dilingkungan Islam, tanpa tercemari paham atau Isme-Isme lainnya. Satu lagi yang bisa jadi udzur ketidak tahuan pengharaman khomr adalah pada orang yang baru masuk islam, dari daerah yang benar-benar tidak mendengar tentang islam sebelumnya kecuali beberapa hal saja, atau bahkan versi salah pahamnya.Maka status hukum haramnya minum khomer seperti status kewajiban puasa Romadhon. Yang satu hukumnya haram, yang satu hukumnya wajib. Namun status hukum masing-masing adalah sama-sama diketahui secara krusial, beda paham dalam hukum adalah mengeluarkan dari Islam, tapi beda dalam pengamalan, baru berada di level kefasikan.Adapun yang merokok dan nggangap halal. Artinya dah berani mentarjih. Mentarjih tanpa murijjih adalah masalah. Adapun mentarjih menyelisihi murojjih, lebih dari sekedar masalah. Bisa masuk ke kategori kezindiqan. Bukan lagi kefasiqan yaitu memilih mengerjakan yang haram, tapi menghalalkan yang haram. Pemilihan murijjih juga ciri kejujuran beragama. Dan murijjih disini adalah kesimpulan rokok itu mudhorot berdasar pembuktian yang valid.Dua kubu yang menggemaskan.الحمد لله ثم الصلاة و السلام على عبده و رسوله محمد
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيم*JAMINAN SURGA BAGI YANG SHOLAT MALAM*Orang yang melakukan shalat malam dijamin masuk surga dan selamat dari adzab neraka. Dari Abdullah bin Salam رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,يَا أَيُّهَا اَلنَّاسُ! أَفْشُوا اَلسَّلَام, وَصِلُوا اَلْأَرْحَامَ, وَأَطْعِمُوا اَلطَّعَامَ, وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ, تَدْخُلُوا اَلْجَنَّةَ بِسَلَامٍWahai manusia! Sebarkanlah salam, jalinlah tali silturahmi (dengan kerabat), berilah makan (kepada istri dan kepada orang miskin), shalatlah di waktu malam sedangkan manusia yang lain sedang tidur, tentu kalian akan masuk ke dalam surga dengan penuh keselamatan.” (HR. Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 1334.)والله أعلمُ بالـصـواب *#Tauhid Manhaj & Aqidah*
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
*بسم الله الرحمن الرحيم* . *MENGENAL UNGKAPAN BAHASA ARAB DASAR* Ungkapan yang biasa digunakan dalam Bahasa ArabTerima kasih – syukran (شكرًا )Sama sama – afwan ( عفواً )Saya minta maaf – aseef (asif) ( آسف )Baiklah – hasanan ( حسناً )Mungkin – rubbama (ربما )/yumkinAwas! – intabih ( انتبِه )Berhati hatilah – ihzar ( احذر )Jangan lupa – la tansa’ ( لا تنسىٰ )Samiinatun – gemuk ( سمين )Tawiilun – panjang ( طويل )Qasirun – pendek ( قصير )Khofiidhun – rendah ( خفيض )Nahiifun – kurus ( نحيف)Yaum – hari ( يوم)Usbu’ – minggu ( أسبوع)Syahr – bulan ( شهر)Sanah – tahun ( سنة)Ucapan dalam bahasa arab .Selamat malam – laila sa’idah ( ليلة سعيدة)Sobahul khair – selamat pagi ( صباح الخير)Ucapan balas sobahul khair – sobahannur ( صباح النور)Semoga berjaya – bitaufiq wannajah ( بالتوفيق والنجاح)Salam ukhuwah – salam perkenalan ( سلام اخوة)Jazakallah hukhairan – semoga Allah membalas jasa kebaikanmu ( جزاك الله خيرا)Naharun sa’idah – selamat siangAzhoma allahu ajrak – semoga Allah memuliakan amalan kamu ( عظّم الله أجرك)Uhibbuki – saya sayang kamu (perempuan) ( أحبكِ)Uhibbuka- saya sayang kamu (lelaki) ( أحبكَ)Ganti nama/personal pronounsAku/saya – ana ( أنا)Kamu (lelaki) – anta ( أنتَ)Kamu (perempuan) – anti ( أنتِ)Dia (lelaki -seorang ) – huwa ( هُوَ)Dia (perempuan-seorang) – hiya ( هِيَ)Dia (lelaki/perempuan -2orang) -huma ( هماَ)Dia (lelaki -3 dan keatas) – hum ( هُمْ)Dia (perempuan-3 dan keatas) – hunna ( هنَّ)Kami – nahnu ( نحنُ )Kalian (ramai) – antum ( أنتم)Mereka – hum ( هُمْ)Cantik = jamiilah ( جميلة)Jelek = qabih ( قبيح )Bersih = nadziifun ( نظيف)Malas = kaslaan ( كسلان)Ata’allamu = saya belajar ( أتعلم)a’kulu = saya makan ( أاكل )Asyrobu = saya minum ( أشرب)Aqrou = saya membaca ( أقرا)Aktubu = saya menulis ( أكتب)Atakallamu = saya berbicara ( أتكلم)Amsiku = saya memegang ( أمسك)A’malu = saya mengerjakan ( أعمل)Albasu = saya memakai ( ألبس)Toriiqon = jalan ( طريق)Baytun = rumah ( بيت)Mirsamun = pensil ( مِرسم )Qolamun = pulpen ( قلم )Mimsahatun = penghapus ( ممسحة)Mishbaahun = lampu ( مصباح)Sabbuurotun = papan tulis ( سبورة)Kaifahaluka- apa khabar (lelaki) ( كيف حالكَ)Kaifahaluki- apa khabar (girl) ( كيف حالكِ)Askunufi- saya tinggal di ( أسكن في)Umri- umur saya ( عمري )Masmuki? Siapa namamu (untuk perempuan) ( ما اسمكِ)Masmuka? Siapa namamu (untuk laki2) ( ما اسمكَ)Ana tilmiidzatun = saya seorang murid (untuk perempuan) ( انا تلميذة)Ana tilmiidzun = saya seorang murid (untuk laki2) ( انا تلميذ)Ahlam Saiidah = semoga mimpi indah ( احلام سعيدة)Syafakallah-smoga Allah menyembuhkn kamu ( شفاك الله)Ukhwahfillah = Pshabatan Krna Allah ( اخوة في الله)Ukhtin = Kakak @ Saudara Perempuan ( اخت)Akhun = Abang @ Saudara Lelaki ( أخ)Zauj = Suami @ Pasangan (L) ( زوج)Zaujah = Isteri @ Pasangan (P) ( زوجة)Asiff Jiddan = Saya minta maaf sangat2 ( آسف جداً)Ukhwahfillah Abadan Abada = Psaudaraan krna Allah Selama2nya (اخوة في الله أبداً ابدا)Fa’idza Adzamta fatawakkal’alallah = Stelah kmu brazam maka bertawakallah pd Allah (فإذا عزمت فتوكل على الله)Inni Akhafullah = Sesungguhnya aku takut kepada Allah (إني أخاف الله)Maafi Qalbi Ghairullah = Tiada di hatiku selain Allah ( مافي قلبي غير الله)Lau Samatha = Maafkan saya ( لَو سمحتَ)Naltaqi Ghadan = Kita jumpa besok ( نلتقي غداً)Illalliqa’ = selamat berjumpa kembali (الى اللقاء)Syafakallah = moga Allah myembuhkan kamu (L)(شفاكَ الله)Syafakillah = moga Allah myembuhkan kamu (P) (شفاكِ الله)Tafaddhol = Silakan (تفضل)La Aadri/ la ‘a’rif = Saya Tak Tahu (لا أدري)Maa fii Musykilah = tiada masalah (مافي مشكلة)Jazakallahu khairan khatsiira = Smga Allah membalasmu dgn kbaikan (L) ( جزاكَ الله خيراً كثيراً)Jazakillahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (P) ( جزاكِ الله خيراً كثيراً)Jazakumullahu khairan khatsiira = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (L&P) جزاكمُ الله خيراً كثيراً)Wa iyyaka (L) = Dan utkmu jua.Blasan utk ucapan 👆(وإياك)Wa iyyaki (P) = dan utkmu jua. Blasan utk ucapan👆(وإ) *والله أعلمُ بالـصـواب* *#Tauhid Manhaj & Aqidah*
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيم..... Assalamualaikum #KiosAlMadinah#DusunsatupinotuKembali dibuka ya sahabat.Dipersilahkan untuk pembeli singgah🤩Spa tau ada barang yang diperlukan harus belix dipasar,bisa kerumah tanya_tanya.Biasanya disini ada dijual👍
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
بسم الله الرحمن الرحيم *DI AKHIR ZAMAN AKAN BANYAK YANG MURTAD* Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنه, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,إن الناس دخلوا في دين الله أفواجا وسيخرجون أفواجا"Sesungguhnya manusia masuk agama Islam secara berbondong bondong, dan mereka juga akan keluar dari agama Islam secara berbondong bondong." 📚(HR. Imam Ahmad)Imam Malik bin Anas رحمه الله berkata : "Telah sampai kepadaku bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه ketika membaca surat An-Nashr ayat 1-2:إذا جاء نصر الله والفتح ۞ ورأيت الناس يدخلون في دين الله أفواجا"Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk dienullah (Islam)."Lalu beliau berkata: "Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya hari ini manusia keluar (Murtad) dari Dienullah (Islam) secara berbondong-bondong sebagaimana mereka masuk ke dalam (Dienul Islam) secara berbondong bondong." 📖(Fathul ‘Aliy Al Hamid, hal: 501)Apa yang dikatakan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ini pernah terjadi dan pertama kali terjadi di zamannya Musailamah Al Kadzab, yakni banyak orang berbondong-bondong murtad dari Islam dan juga menentang Islam di masa Kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu.Namun di akhir zaman ini akan lebih banyak lagi umat Islam yang murtad, dan kebanyakan tidak sadar kalau dia telah murtad dikarenakan bodoh tidak paham hakikat Islam (tauhid) dan syirik (syirik akbar). Syaikh Abdullathif رحمه الله mengatakan: والجهل بالحقيقتين أو أحدهما أوقع كثيرا من الناس بالشرك"Kejahilan terhadap dua hakikat ini (Islam dan Syirik) atau kebodohan terhadap salah satunya menjerumuskan banyak manusia ke dalam kemusyrikan." 📚(Al-Haqoiq Fit Tauhid, hal: 5)Kebodohan yang menimpa kebanyakan umat Islam di akhir zaman ini terutama karena doktrin penguasa Thaghut yang mengaku muslim, dengan ajaran-ajaran kufur nya seperti: Demokrasi, Liberalisme, Sekulerisme, Pluralisme dan lain sebagainya.Umat Islam banyak yang tertipu dengan doktrin-doktrin tersebut, karena ajaran kufur Penguasa thaghut ini "dibenarkan" oleh ulama/da'i su' yang jahat lagi sesat.Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu pernah pertanya kepada Nabi ﷺ,يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ شَيْءٍ أَخْوَفُ عَلَى أُمَّتِكَ مِنْ الدَّجَّالِ قَالَ الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ*_“Wahai Rasulullah, apa yang lebih engkau takutkan atas umatmu daripada Dajjal ? Beliau menjawab, “Para pemimpin/ulama/tokoh yang mudhillin (menyesatkan)”._*📚(HR. Ahmad).Dari Ziyad bin Hudair, ia berkata: Umar bin al-Khathab Radhiyallahu 'Anhu pernah berkata kepadaku,هَلْ تَعْرِفُ مَا يَهْدِمُ الإِسْلاَمَ؟ قَالَ قُلْتُ : لاَ. قَالَ : يَهْدِمُهُ زَلَّةُ الْعَالِمِ وَجِدَالُ الْمُنَافِقِ بِالْكِتَابِ وَحُكْمُ الأَئِمَّةِ الْمُضِلِّينَ“Tahukah engkau apa yg menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab,“Tidak tahu.” Umar berkata, *_“Yg menghancurkan Islam adalah penyimpangan/tergelincirnya orang alim, bantahan orang munafik dengan Al-Qur’an, dan hukum (keputusan / berkuasanya) para pemimpin yg menyesatkan.”_* 📚( Riwayat Ad-Darimi).Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda :يَأْ تيِ عَلىَ الناَّ سِ زَماَنٌ لايَبقَى من الإسلاَ م الا اسمهُ ولا يبق من القرأن الاّ رَسمهُ مَسَا جد هم عا مرَةٌ وهي خَرا بٌ من الهد ى علما ءهم شرُّمن تحتَ اديمِ السَّماَ ءِ من عند هم تخرج الفتنُ و فيهم تعود“Akan datang suatu zaman yg menimpa manusia, di mana tidak ada lagi dari Islam kecuali hanya namanya, dan tidak ada lagi dari al Quran kecuali hanya tulisannya. Mesjid-mesjid mereka indah, tetapi kosong dari hidayah [petunjuk Allah]. Ulama-ulama mereka ketika itu adalah SEJAHAT JAHAT MAKHLUK DI BAWAH KOLONG LANGIT. Dari merekalah keluar fitnah, dan kepada mereka pula kembalinya fitnah itu”📚{ HR. Imam al-Baihaqi }Tidak ada yang paling ditakutkan oleh Nabi ﷺ selain para ulamanya yang buruk & sesat menyesatkan (ulama suu'). Nabi Muhammad ﷺ bersabda : ﺃَﻻَ ﺇِﻥَّ ﺷَﺮَّ ﺍﻟﺸَّﺮِّ ﺷِﺮَﺍﺭُ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ ﻭَﺇِﻥَّ ﺧَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮِ ﺧِﻴَﺎﺭُ ﺍﻟْﻌُﻠَﻤَﺎﺀِ*_"Ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama."_*📚 (HR ad-Darimi)Penguasa THAGHUT disatu sisi aktif menyebarluaskan ajaran-ajaran kufurnya ketengah-tengah kaum muslimin dengan dibantu oleh ulama/da'i su', dilain sisi juga mereka aktif memerangi ulama-ulama rabbani dan para du'at yang mukhlis/ikhlas yang berjuang meluruskan tauhid umat yang telah dirusak oleh doktrin penguasa thaghut dengan cara memenjarakan, membunuh dan mengusir mereka. Sebagaimana ALLAH ﷻ berfirman dalam Surah Al Anfal ayat 30 :وإذ يمكر بك الذين كفروا ليثبتوك أو يقتلوك أو يخرجوكDan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Tidak lepas tipu daya musuh-musuh Allah terhadap para ulama rabbaniyyin dan para du'at yang mukhlis dari tiga hal tersebut.Oleh karena itu fungsi dan peranan penguasa Thaghut adalah:1. Sebagai pelindung/pemimpin orang-orang kafir2. Mengeluarkan umat Islam dari cahaya hidup (tauhid), dan di jerumuskan ke dalam kegelapan hidup seperti demokrasi, sekulerisme, pluralisme, liberalisme dan lain sebagainya.Allah سبحانه و تعالى berfirman:الله ولي الذين آمنوا يخرجهم من الظلمات إلى النور والذين كفروا أولياؤهم الطاغوت يخرجونهم من النور إلى الظلمات أولئك أصحاب النار هم فيها خالدون"Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (keimanan). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah thaghut, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya (keimanan) kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."📚 (QS. Al-Baqarah [2]: 257)Wallahu a'lam BishawabHanya kepada Allah kami memohon pertolonganوالله أعلمُ بالـصـواب#Tauhid Manhaj & Aqidah
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya