بسم الله الرحمن الرحيم..... Kalo tidak mau membanggun negara yg berhukum dengan Hukum Allah - janggan heran knp di negara ini banyak pencuri, banyak perampok, banyak pembunuhan, banyak penipuan, banyak korupsi, banyak ketidakadilan, banyak penjual dan pembeli sabu2, minuman keras dan narkoba lainnya, knp banyak sekali Orang2 pacaran, berzina, knp banyak skli Orang2 "Islam KTP" - KAFIR, knp banyak sekali LGBT dan orang3 sesat lainnya? Kenapa? Kenapa di negara kita ini ada semua ini SAMPAH MASYARAKAT? Kenapa di negara kita ini kekafiran, kebid'ahan, kesyirikan dan ilmu2 kearifan lokal dan kebudaya'an nenek moang tidak di perangi, TDK diusir dan TDK didzolimi oleh Pengguasa tetapi kedzoliman, kekafiran, kesesatan, kebid''ahan, ketidak adilan dan kekafiran justru dilindunggi, dijaga dan dilestarikan oleh p3nggu4z4? Jangan heran knp terus menerus ada kejelekan di dlm negara ini. Ini samua adalah penyebabnya p3nggu4z4 negara kita ini berlepas diri dari Hukum Allah dan berusaha keras untuk menegakkan hukum buatan, hukum j4h1l1yah yg 180 derajat berbeda dengan Hukum Allah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*بسم الله الرحمن الرحيم* . *MENGENAL UNGKAPAN BAHASA ARAB DASAR* Ungkapan yang biasa digunakan dalam Bahasa ArabTerima kasih – syukran (شكرًا )Sama sama – afwan ( عفواً )Saya minta maaf – aseef (asif) ( آسف )Baiklah – hasanan ( حسناً )Mungkin – rubbama (ربما )/yumkinAwas! – intabih ( انتبِه )Berhati hatilah – ihzar ( احذر )Jangan lupa – la tansa’ ( لا تنسىٰ )Samiinatun – gemuk ( سمين )Tawiilun – panjang ( طويل )Qasirun – pendek ( قصير )Khofiidhun – rendah ( خفيض )Nahiifun – kurus ( نحيف)Yaum – hari ( يوم)Usbu’ – minggu ( أسبوع)Syahr – bulan ( شهر)Sanah – tahun ( سنة)Ucapan dalam bahasa arab .Selamat malam – laila sa’idah ( ليلة سعيدة)Sobahul khair – selamat pagi ( صباح الخير)Ucapan balas sobahul khair – sobahannur ( صباح النور)Semoga berjaya – bitaufiq wannajah ( بالتوفيق والنجاح)Salam ukhuwah – salam perkenalan ( سلام اخوة)Jazakallah hukhairan – semoga Allah membalas jasa kebaikanmu ( جزاك الله خيرا)Naharun sa’idah – selamat siangAzhoma allahu ajrak – semoga Allah memuliakan amalan kamu ( عظّم الله أجرك)Uhibbuki – saya sayang kamu (perempuan) ( أحبكِ)Uhibbuka- saya sayang kamu (lelaki) ( أحبكَ)Ganti nama/personal pronounsAku/saya – ana ( أنا)Kamu (lelaki) – anta ( أنتَ)Kamu (perempuan) – anti ( أنتِ)Dia (lelaki -seorang ) – huwa ( هُوَ)Dia (perempuan-seorang) – hiya ( هِيَ)Dia (lelaki/perempuan -2orang) -huma ( هماَ)Dia (lelaki -3 dan keatas) – hum ( هُمْ)Dia (perempuan-3 dan keatas) – hunna ( هنَّ)Kami – nahnu ( نحنُ )Kalian (ramai) – antum ( أنتم)Mereka – hum ( هُمْ)Cantik = jamiilah ( جميلة)Jelek = qabih ( قبيح )Bersih = nadziifun ( نظيف)Malas = kaslaan ( كسلان)Ata’allamu = saya belajar ( أتعلم)a’kulu = saya makan ( أاكل )Asyrobu = saya minum ( أشرب)Aqrou = saya membaca ( أقرا)Aktubu = saya menulis ( أكتب)Atakallamu = saya berbicara ( أتكلم)Amsiku = saya memegang ( أمسك)A’malu = saya mengerjakan ( أعمل)Albasu = saya memakai ( ألبس)Toriiqon = jalan ( طريق)Baytun = rumah ( بيت)Mirsamun = pensil ( مِرسم )Qolamun = pulpen ( قلم )Mimsahatun = penghapus ( ممسحة)Mishbaahun = lampu ( مصباح)Sabbuurotun = papan tulis ( سبورة)Kaifahaluka- apa khabar (lelaki) ( كيف حالكَ)Kaifahaluki- apa khabar (girl) ( كيف حالكِ)Askunufi- saya tinggal di ( أسكن في)Umri- umur saya ( عمري )Masmuki? Siapa namamu (untuk perempuan) ( ما اسمكِ)Masmuka? Siapa namamu (untuk laki2) ( ما اسمكَ)Ana tilmiidzatun = saya seorang murid (untuk perempuan) ( انا تلميذة)Ana tilmiidzun = saya seorang murid (untuk laki2) ( انا تلميذ)Ahlam Saiidah = semoga mimpi indah ( احلام سعيدة)Syafakallah-smoga Allah menyembuhkn kamu ( شفاك الله)Ukhwahfillah = Pshabatan Krna Allah ( اخوة في الله)Ukhtin = Kakak @ Saudara Perempuan ( اخت)Akhun = Abang @ Saudara Lelaki ( أخ)Zauj = Suami @ Pasangan (L) ( زوج)Zaujah = Isteri @ Pasangan (P) ( زوجة)Asiff Jiddan = Saya minta maaf sangat2 ( آسف جداً)Ukhwahfillah Abadan Abada = Psaudaraan krna Allah Selama2nya (اخوة في الله أبداً ابدا)Fa’idza Adzamta fatawakkal’alallah = Stelah kmu brazam maka bertawakallah pd Allah (فإذا عزمت فتوكل على الله)Inni Akhafullah = Sesungguhnya aku takut kepada Allah (إني أخاف الله)Maafi Qalbi Ghairullah = Tiada di hatiku selain Allah ( مافي قلبي غير الله)Lau Samatha = Maafkan saya ( لَو سمحتَ)Naltaqi Ghadan = Kita jumpa besok ( نلتقي غداً)Illalliqa’ = selamat berjumpa kembali (الى اللقاء)Syafakallah = moga Allah myembuhkan kamu (L)(شفاكَ الله)Syafakillah = moga Allah myembuhkan kamu (P) (شفاكِ الله)Tafaddhol = Silakan (تفضل)La Aadri/ la ‘a’rif = Saya Tak Tahu (لا أدري)Maa fii Musykilah = tiada masalah (مافي مشكلة)Jazakallahu khairan khatsiira = Smga Allah membalasmu dgn kbaikan (L) ( جزاكَ الله خيراً كثيراً)Jazakillahu khairan khatsiiran = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (P) ( جزاكِ الله خيراً كثيراً)Jazakumullahu khairan khatsiira = Smga Allah mblasmu dgn kebaikan (L&P) جزاكمُ الله خيراً كثيراً)Wa iyyaka (L) = Dan utkmu jua.Blasan utk ucapan 👆(وإياك)Wa iyyaki (P) = dan utkmu jua. Blasan utk ucapan👆(وإ) *والله أعلمُ بالـصـواب* *#Tauhid Manhaj & Aqidah*

بسم الله الرحمن الرحيم..... 🔥 Ketika Jarh Mufassar Diabaikan, dan Ta‘dil Mujmal DikedepankanFenomena Pembelaan Kesalahan dengan Mengabaikan Kaidah Ilmiah(Bagian Keenam: Membongkar Pola Berpikir di Balik Syubhat dan Tahrif)⚠️ Setelah kita membahas kaidah dan bantahan terhadap syubhat dan tahrif, maka pada bagian ini kita masuk ke pembahasan yang lebih dalam:👉 Bukan lagi sekadar apa yang mereka katakan,tetapi:👉 bagaimana cara mereka berpikir.Karena hakikatnya…💣 Penyimpangan tidak hanya terjadi pada kesimpulan,tetapi sudah terjadi pada cara berpikir sejak awal.🧠 Pola Berpikir yang RusakDi balik syubhat dan tahrif tersebut, terdapat beberapa pola yang berulang:1️⃣ Mendahulukan Kesimpulan, Lalu Mencari DalilSeharusnya:📖 Dalil dulu, kemudian dipahami, lalu disimpulkanNamun yang terjadi:❌ Kesimpulan sudah ditentukan❌ Lalu mencari nukilan untuk membenarkannya➡️ Jika cocok, diambil➡️ Jika tidak, ditinggalkan atau ditakwil👉 Inilah awal penyimpangan2️⃣ Mengambil Sebagian, Meninggalkan Sebagian➡️ Mereka mengambil ucapan ulama tentang pengecualian➡️ Namun meninggalkan penjelasan syarat-syaratnya➡️ Mengambil istilah➡️ Tapi meninggalkan maknanya👉 Akhirnya:❌ Kaidah dipahami setengah-setengah❌ Lalu digunakan secara salah3️⃣ Mengaburkan Batas antara Ilmu dan LoyalitasDalam manhaj Ahlus Sunnah:📖 Kebenaran diikuti walau pahit📖 Kesalahan ditolak walau dari orang yang dicintaiNamun yang terjadi:❌ Kebenaran diukur dengan siapa yang menyampaikan❌ Kesalahan ditolak atau diterima karena siapa pelakunya👉 Ini bukan lagi manhaj ilmiah,tetapi sudah menjadi fanatisme terselubung4️⃣ Menggunakan Istilah Ilmiah untuk Menutup Kebatilan➡️ Mereka berbicara dengan istilah:▪️jarh mufassar▪️ta’dil▪️khilaf ulamaNamun…❌ Istilah digunakan bukan untuk menjelaskan❌ Tapi untuk membingungkan👉 Sehingga orang awam mengira:"Ini masalah ilmiah…"Padahal:💣 Ini adalah pembelaan yang dibungkus istilah ilmiah5️⃣ Menggeser Pembahasan dari Dalil ke Emosi➡️ Ketika dibantah dengan dalil👉 mereka tidak menjawab dalilTetapi:❌ Mengangkat isu perasaan❌ Mengangkat isu ukhuwah❌ Mengangkat isu adab👉 Seolah-olah:📌 Menjelaskan kebenaran = tidak beradab📌 Membantah kesalahan = memecah belahPadahal:⛔ Ini adalah bentuk pengalihan dari substansi ke emosi💥 Hakikat yang Harus DisadariAyyuhal ikhwah…👉 Masalah ini bukan sekadar:▪️salah paham▪️atau kekeliruan ringanTetapi:💣 penyimpangan dalam cara memahami agamaKarena:📌 Jika cara berpikir rusak➡️ maka seluruh kesimpulan akan ikut rusak⚠️ Dampak yang Lebih DalamJika pola ini dibiarkan:▪️ Kebenaran akan terus dipertanyakan▪️ Kebatilan akan terus dibela▪️ Ummat akan kehilangan standar ilmiahBahkan lebih berbahaya:👉 Generasi setelahnya akan mewarisi cara berpikir yang rusak ini🔰 Manhaj yang Harus DikembalikanAhlus Sunnah berdiri di atas:✓ Mengikuti dalil, bukan tokoh✓ Memahami ucapan ulama secara utuh, bukan sepotong✓ Membedakan antara kaidah dan pengecualian✓ Menimbang dengan ilmu, bukan perasaan🔊 Penegasan👉 Tidak setiap yang berbicara dengan istilah ilmiah adalah ilmiah👉 Tidak setiap yang menukil ulama memahami ucapan ulama👉 Dan tidak setiap yang membela adalah berada di atas kebenaran‼️ Peringatan KerasJangan sampai kita tertipu dengan:🔸 bahasa yang lembut🔸 istilah yang tinggi🔸 atau klaim ilmiahNamun hakikatnya:👉 membela kebatilan dan melemahkan kebenaran🌿 PenutupKetahuilah…Ayyuhal ikhwah!👉 Menjaga agama tidak cukup dengan niat baik👉 tetapi harus dengan cara yang benarDan…👉 Penyimpangan terbesar bukan ketika seseorang salah,👉 tetapi ketika ia membela kesalahannya dengan membungkusnya sebagai kebenaran🤲 اللهم أرنا الحق حقا وارزقنا اتباعه، وأرنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه✍️ Abu Fuad SaifulMakassar, 14 Syawwal 1447 H/2 April 2026 M__📲📡 Join • Save • Share ll🔰 https://almadinahpinotu.blogspot.comi▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️