بسم الله الرحمن الرحيم.....Tahlilan - itu bukan dari ajaran Islam. itu bukan wajib, bukan juga Sunnah, bukan mubah dan bukan makruh. Tahlilan - hukumnya Haram. Tahlilan - adalah ritual yg hukumnya Bid'ah Munkaroh.
Bismillaah.. ✍️
Sebuah Realita..
TAHLILAN KEMATIAN SUDAH MELEBIHI RUKUN ISLAM, TIDAK MELAKUKAN TAHLILAN MAKA HEBOH SATU KAMPUNG
Dalam masyarakat awam, melakukan tahlilan atas kematian keluarga adalah sesuatu yang amat penting, melebihi pentingnya shalat berjamaah di masjid. Tidak ikut shalat berjamaah di masjid dianggap biasa-biasa saja. Tetapi tidak ikut berjamaah tahlilan dianggap luar biasa, dipertanyakan agamanya dan dianggap pengikut ajaran sesat.
Bila ada satu keluarga yang tidak menggelar acara tahlilan atas kematian keluarganya maka masyarakat sekampung atau bahkan sedesa heboh dan mencemoh, dicap sebagai orang kikir terhadap keluarganya, anak yang tidak berbakti, dicap bukan kelompok ahlussunnah waljamaah, dan berbagai cemoohan lainnya.
Karena cemohan inilah, sehingga banyak orang tidak mampu memaksakan dirinya untuk melakukan tahlilan demi mendapat pengakuan. Mereka berusaha membuat sajian makanan yang enak, menyiapkan amplop yang banyak demi mendapat pujian dari masyarakat, sebab bila makanannya tidak enak, isi amplopnya sedikit maka mendapat celaan.
Karena dianggap amat penting dalam beragama, maka sebagian umat Islam lebih mengutamakan undangan tahlilan daripada panggilan Allah untuk shalat berjamaah di masjid. Mereka lebih bersemangat membaca Al-Qur'an atau berzikir di rumah keluarga berduka daripada membaca Al-Qur'an atau berzikir di rumahnya sendiri.
Beginilah cara setan untuk melalaikan manusia beribadah kepada ALLAAHﷻ, membuatnya malas beribadah di masjid tetapi bersemangat mengikuti tahlilan di rumah tetangganya. Menganggap enteng panggilan ALLAAHﷻ ke masjid dan menganggap penting panggilan tetangga yang menggelar tahlilan. Dan sangat disayangkan bila ada orang pendidikan.agama yang tinggi di luar negeri menjadi pembela amalan yang tidak dikenal oleh para sahabat, tabi'in dan tabi'ut tabi'in ini.
Setan telah bersekongkol dengan orang-orang berilmu tetapi gagal paham untuk mempertahankan tradisi yang diadopsi dari ajaran Hindu ini. Tugasnya adalah membela tahlilan dan menjelek-jelekkan orang yang antitahlilan. Setan menuntunnya untuk menyampaikan materi agar masyarakat menganggap tahlilan bagian dari ajaran Islam, memberinya lelucon agar banyak tertawa demi mematikan hati masyarakat penggemar tahlilan. Persekongkolan inilah yang membuat tahlilan semakin maju dan masyarakat awam telah menganggapnya syariat agama yang paling utama.
Saudaraku, perbanyaklah membaca, karena setan lebih mudah menipu ahli ibadah daripada orang berilmu. Perbanyaklah membaca agar paham bahwa tahlilan kematian bukan ajaran Islam, bukan amalan Nabi, para sahabat, imam mazhab, dan bukan pula amalan para ahlussunnah. Shalat berjamaah di masjid itulah ajaran Islam, Sunnah Nabi dan para sahabat yang agung.
Banyaklah membaca agar tidak keliru dalam beribadah, agar bisa membedakan mana ibadah yang disyariatkan Islam dan mana yang bukan syariat Islam, mana yang bermanfaat untuk keluarga yang telah meninggal dan mana yang tidak bermanfaat Banyaklah membaca agar tidak terbelunggu oleh amalan-amalan bid'ah. Baca, baca, dan bacalah dulu sebelum membantah tulisan ini !.
Komentar
Posting Komentar