Langsung ke konten utama
بسم الله الرحمن الرحيم.....*KENAPA TAUHID DAN KENAPA SYIRIK ?*Kenapa harus tauhid ? Karena tauhid memiliki kedudukan utama dalam Dienulloh. Ia adalah pokok, landasan dan tiangnya. Tanpanya, maka dien seseorang berstatus rusak, batal syahadat, iman dan Islamnya.🔳 *_Kedudukan tauhid_*Diantara kedudukan tauhid adalah,▪️ *_Islam itu dien tauhid_*Alloh ta'ala berkata,فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا.فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَالنَّاس عَلَيْهَا. لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ. ذَالِكَ الدِّيْنُ القَيِّمُ وَلٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَايَعْلَمُوْنَ*_" Maka, hadapkanlah wajahmu (dengan lurus) kepada Addien yang lurus. (Tetaplah) diatas fithroh Alloh yang Alloh menciptakan manusia diatas fithroh itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Alloh. (Itulah) Addien yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."_*[ Ar-Ruum : 30 ] Tafsirnya, *_Maka, hadapkanlah wajahmu-dan orang-orang yang nengikutimu-, ya Muhammad, dan tetaplah diatas Addien yang Alloh syariatkan bagimu, yaitu Islam, yang Alloh menciptakan manusia diatasnya (Islam). Maka, tetaplah (baqo') diatasnya dan berpegang teguhlah (tamassuk) dengannya. Berpegang teguhlah pada fithroh (yang diciptakan) Alloh yaitu mengimani Alloh saja (tauhid). Tiada perubahan pada ciptaan Alloh dan DienNya, yaitu jalan yang lurus (thoriiqul mustaqiim) yang menyampaikan pada keridhoan Alloh Robb seluruh alam dan jannahNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa sesungguhnya yang Aku perintahkan denganya kepadamu-ya Muhammad-adalah Addien yang haq, bukan selainnya."_*[ Tafsir Al Muyassar ]Jadi, Islam adalah dien tauhid. Memerintahkan manusia beribadah (menghamba total) kepada Alloh) dan melarang manusia berbuat syirik terhadap Alloh ta'ala. Meninggalkan tauhid (dengan berbuat syirik), maka ia bukan Islam.▪️ *_Tauhid, misi pokok diutusnya para rosul_*Alloh ta'ala berkata,وَ لَقَدْ بَعَثْنَا فِيْ كُلِّ أُمَّةٍ رَسُوْلًا أَنِ اعْبُدُوْا اللّٰهَ وَاجْتَنِبُوْا الطَّاغُوْتِ.*_" Sungguh telah Kami utus pada tiap-tiap umat seorang Rosul (yang menyeru), 'Ibadahilah Alloh saja dan jauhi thogut.' "_*[ An-Nahl : 36 ] Penjelasannya, *_sungguh telah kami utus seorang rosul pada tiap- tiap umat yang memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Alloh saja dan mentaatinya dan meninggalkan peribadahan kepada selainNya, baik kepada setan, berhala dan orang mati dan selainnya yang dijadikan wali selain Alloh ta'ala._*[ Tafsir Al Muyassar ]▪️ *_Seluruh isi Al Qur'an adalah tauhid_*Imam Ibn Qoyyim rohimahulloh berkata :"Setiap ayat dalam Al-Qur'an terdiri dari tauhid, kesaksian dan seruan untuk itu. Karena sesungguhnya, Al-Qur'an adalah:🔸Ilmu tentang الله dan Nama-nama, Atribut dan Tindakan-Nya, yang merupakan pengetahuan informatif.🔸 Atau menyeru untuk menyembah الله saja tanpa sekutu, meniadakan segala sesuatu yang disembah selain-Nya, yang adalah tawḥīd dari kehendak dan permohonan.🔸 Memerintahkan, melarang dan menetapkan ketaatan kepada-Nya dan apa yang Dia perintahkan atau dilarang, yang merupakan hak tauhid dan apa yang melengkapinya.🔸 Ilmu tentang bagaimana الله menghormati orang-orang tauhid dan kepatuhan-Nya dan bagaimana Dia memperlakukan mereka dalam kehidupan ini dan balasan apa yang Dia berikan kepada mereka di akhirat, yang merupakan pahala dari tauhid. 🔸 Ilmu tentang orang-orang syirik dan apa yang menimpa mereka dalam kehidupan ini, kekalahan, dan hukuman yang menanti mereka di akhirat, yang semuanya mengabarkan hukum bagi orang yang meninggalkan tauḥīd.Jadi, seluruh Al-Qur'an adalah tentang tauhid, kebenarannya dan pahalanya, sebagaimana juga syirik, orang-orangnya dan balasan kepada mereka. "._[Madārij al-Salikīn (93/450)]_▪️ *_Tauhid, pokok Dienul Islam._*Semua perkara timbangannya adalah Tauhid. Untuk menentukan seorang muslim apakah ia diatas iman atau syirik maka timbangannya adalah Tauhid. Islam adalah tauhid. Meninggalkan tauhid maka ia bukan Islam.Karena kalimat tauhid itulah para ulama' tauhid mendefinisikan Islam dengan :*Al Islamu huwa: al istislaamu lillahi bit-tauhid wal inqiyaadu lahu bith-thoo'ah wal baroatu minasy-syirki wa ahlihi.**_Islam adalah berserah diri kepada Alloh dgn mentauhidkannya, tunduk kepadaNya dgn mentaatinya dan berlepas diri dari syirk beserta para pelakunya_*Defininisi tersebut tersimpul dalam kalimat tauhid *_Laa ilaaha illalloh_*, tiada yg berhak diibadahi kecuali Alloh, berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan beserta pelakunya dan mentauhidkan Alloh 'azza wa jalla saja.Jadi, pokok Dienul Islam adalah :🔹 *Berlepas diri, menjauhi, memusuhi dan membenci segala bentuk kesyirikan beserta pelakunya.*🔷 *Mentauhidkan Alloh saja dan berloyalitas kepada para ahlinya (para muwahidin) dan mengkafirkan orang yg meninggalkan tauhid (pelaku syirik akbar).*Karena itulah wajib bagi seorang muslim untuk *_berlepas diri dari segala kesyirikan beserta pelakunya_* dan *_mentauhidkan Alloh saja serta bermuwalah terhadap ahlu tauhid._*Sebagaimana dikatakan dan dilakukan nabi Ibrohim 'alaihissalam terhadap kaumnya yg pengusung kesyirikan,*_....Sesungguhnya kami berlepas diri (baroah) dari kalian dan dari apa yg kalian ibadahi selain Alloh. Kami ingkari (kekafiran) kalian dan nampaklah antara kami dan kalian permusuhan ('adaawah) dan kebencian (baghdho') selamanya hingga kalian mengimani Alloh saja (mentauhidkan Alloh)..."._*[ Al Mumtahanah : 4 ]Maka, wajib bagi muslimin untuk berlepas diri dari pelaku atau pengusung kesyirikan (kekafiran) dan berlepas diri dari segala kesyirikannya, memposisikannya sebagai musuh dan membencinya hinga mereka kembali kepada tauhidulloh.🔳 *_Fadhilah atau keuntungan tauhid_*Karena tauhid adalah pokok dien, landasan dan tiangnya, maka tauhid memiliki fadhilah atau keutamaan atau keuntungan yang banyak bagi pelakunya, diantaranya,▪️ *_Tauhid sebab ampunan Alloh ta'ala_*Alloh ta'ala berkata dalam hadits qudsi,يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لَا تُشْرِكُ بِيْ شَيْئاً لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً*" Wahai anak Adam, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, namun engkau tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku akan memberikan ampunan kepadamu sepenuh bumi itu pula."*[HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu'anhu] ▪️ *_Tauhid syarat diterimanya amal_*Alloh تعالى berkata,فَمَنْ كَا نَ يَرْجُوْا لِقَآءَ رَبِّهٖ فَلْيَـعْمَلْ عَمَلًا صَا لِحًـاوَّلَايُشْرِكْ بِعِبَا دَةِ رَبِّهٖۤ اَحَدًا*_".. maka barang siapa mengharap pertemuan dengan Robbnya, maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia menyekutukan (berbuat syirik) dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Robbnya .."_*[Al-Kahfi : 110]Syaikh Ibnu Katsir rohimahulloh menjelaskan ayat ini,*_" Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Robbnya."_* Yakni, ingin memperoleh pahala dan balasan kebaikanNya (kebaikan dari Alloh ta'ala)*_"maka hendaklah ia mengerjakan amal saleh."_*Yakni segala perbuatan yang sesuai dengan syariat Alloh.*_" janganlah ia berbuat syirik dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Robbnya."_*Yakni, dengan mengerjakan amal yang semata- mata karena Alloh, tiada sekutu bagiNya. Demikianlah syarat utama dari amal yang diterima olehNya, yaitu harus ikhlas karena Alloh ta'ala dan sesuai dengan tuntunan syariat yang telah dijelaskan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam.[ Tafsir Ibnu Katsir ]Sedangkan dalam Tafsir Al Muyassar dijelaskan maksud ayat tersebut, *_barang siapa yang takut adzab robbnya dan mengharap pahalaNya dihari kiamat, maka hendaklah ia beramal sholih terhadap Robbnya yang sesuai dengan syariatNya, dan tidak berbuat syirik dengan sesuatu pun selainNya bersamaNya (bersama ibadah kepadaNya)._*Dalam kalamNya yang lain Alloh ta'ala berkata,*_"...Jika kamu berbuat syirik niscaya hapuslah amalmu dan kamu pasti termasuk orang- orang yang merugi."_*[ Az-Zumar : 65 ]*_" Seandainya mereka berbuat syirik pasti hapuslah dari mereka apa yang telah mereka kerjakan."_*[ Al An'am : 88 ]Penjelasan, *_seandainya para nabi berbuat syirik terhadap Alloh, pasti hapuslah amal mereka, karena Alloh ta'ala tidak menerima sebuah amal bersama kesyirikan._*[ Tafsir Al Muyassar ]Jadi, jelaslah bahwa tauhid adalah syarat diteriman amal. Sebaliknya, syirik menghapus seluruh amal. ▪️ *_Tauhid syarat masuk jannah_*Tidak akan masuk jannah kecuali ahlu tauhid. Seluruh ayat atau hadits yang menjanjikan memasukkan seseorang kedalam jannah adalah bagi ahlu tauhid. Sedangkangkan orang-orang musyrik, kafir, munafik dan murtad semua dijanjikan jahannam.*_" Sesungguhnya orang-orang kafir, (yaitu) ahlul kitab dan orang- orang musyrik berada didalam neraka jahannam, mereka kekal didalamnya.Mereka itulah seburuk- buruk makhluk."_*[ Al Bayyinah : 6 ]*_" Sesungguhnya barang siapa berbuat syirik terhadap Alloh maka sungguh Alloh mengharamkan baginya jannah dan tempat tinggalnya adalah neraka. Dan tiada para penolong bagi orang- orang yang dzalim (orang-orang musyrik)."_*[ Al Maidah : 72 ]*_" Sesungguhnya orang-orang munafik tempatnya adalah di neraka yang paling bawah."_*[ An-Nisa' : 145 ]*_" Dan barang siapa yang murtad dari diennya kemudian dia mati dalam keadaan kafir, maka mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal didalamnya."_*[ Al Baqoroh : 217 ]Jadi, tauhid adalah syarat dan ketentuan berlaku bagi setiap orang untuk dimasukkan jannah oleh Alloh subhaanah. Tentang orang- orang yang disebutkan dimasukkan jannah karena suatu amal yang dilakukannya, tentu syarat dan ketentuannya adalah tauhid, karena ahlus-syirki, ahlul kufri, munafiqin dan murtaddien semuanya dijanjikan neraka, mereka kekal didalamnya.Alloh ta'ala berkata tentang orang-orang beriman (ahlu tauhid),*_" Sesungguhnya orang- orang yang beriman dan beramal sholih bagi mereka jannah yang dibawahnya mengalir sungai- sungai. Itulah kesuksesan yang besar."_*[ Al Buruj : 11 ]Iman adalah tauhid. Meninggalkan tauhid maka ia bukan orang beriman. Orang- orang kafir, musyrik, munafik dan orang- orang murtad mereka bukan orang-orang beriman.▪️ *_Tauhid, perkara yang paling Alloh cintai._*قال شيخ الإسلام ابن تيمية رحمه الله :"ولا شيء أحب إلى الله من التوحيد ولا شيء أبغض إليه من الشرك ."[ الإستقامة : ٣٦٤ ]Syaikh Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata :*_"Tidak ada perkara yang Alloh paling cintai melebihi tauhid dan tidak ada perkara yang Alloh paling benci melebihi syirik."_*[ Istiqomah : 364 ]▪️ *_Tauhid adalah benteng dan penolong_*Al-Alamah Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :*_"Tidak ada sesuatupun yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesulitan besar selain kesyirikan. Sebaliknya, tidak sesuatu yang dapat menyelamatkan seseorang dari kesulitan besar melain Tauhid saja. Tauhid adalah tempat berlindung bagi seluruh makhluk, sekaligus benteng dan penolong mereka."_*[Faidul Fawaid, Imam Ibnu Qayyim] ▪️ *_Tauhid syarat mendapat syafa'at._*Nabi ﷺ berkata,خُيِّرْت بَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ نِصْفُ أُمَّتِي الْجَنَّةَ ؛ وَبَيْنَ الشَّفَاعَةِ فَاخْتَرْت الشَّفَاعَةَ لِأَنَّهَا أَعَمُّ وَأَكْثَرُ ؛ أَتَرَوْنَهَا لِلْمُتَّقِينَ ؟ لَا . وَلَكِنَّهَا لِلْمُذْنِبِينَ المتلوثين الْخَطَّائِينَ*_" Aku diberi pilihan antara separuh ummatku masuk surga atau syafa’at. Maka aku pun memilih syafa’at karena hal itu lebih umum dan lebih banyak. Apakah kalian mengira syafa’at itu hanya untuk orang bertakwa? Tidak. Akan tetapi Syafa’at itu (juga) untuk mereka yang berlumuran dosa (selain dosa syirik) dan kesalahan."_*[HR. Tirmidzi no. 2441]Rasulullah ﷺ berkata,أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ*_" Orang yang paling bahagia dengan syafa’atku adalah, orang yang mengucapkan Laa ilaahaa illallaah dengan ikhlas (murni) dari hatinya (tanpa syirik).”_*[HR Bukhari, no.99] عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَهِيَ نَائِلَةٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ مَنْ مَاتَ مِنْ أُمَّتِي لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا“Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah ﷺ berkata: *_" Setiap nabi ada doa yang dikabulkan, dan setiap nabi bersegera berdoa agar dikabulkan. Akan tetapi aku simpan doaku untuk dapat memberikan syafa’at kepada umatku pada hari Kiamat. Dan sesungguhnya, syafa’atku ini akan diperoleh, insya Allah, bagi orang yang mati dari umatku dalam keadaan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”._* [HR Muslim, no.199]▪️ *_Tauhid sumber ketenangan hati_*Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahulloh berkata,كلما قوي التوحيد في قلب العبد قوي إيمانه وطمانينته وتوكله ويقينه*_"Setiap kali menguat tauhid seorang hamba di sanubari maka akan semakin menguat pula keimanannya kepada Alloh, ketenangan hatinya, ketawakkalannya dan keyakinan dirinya."_*[Majmu' Fatawa 28/35] Alloh ta'ala berkata,سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا*_"Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir itu ketakutan yang luar biasa, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Alloh sendiri tidak menurunkan keterangan tentangnya."_*[Ali-'Imron: 151]Ibnul Qoyyim rohimahulloh berkata,"أعظم أسباب شرح الصدر : التوحيد؛ وعلى حسب كماله وقوّته وزيادته يكون انشراح صدر صاحبه."[ الزاد : ٢٢/٢)*_"Penyebab paling utama kelapangan dada seseorang adalah tauhid, dan kelapangan dada pelakunya itu tergantung kepada seberapa sempurna, kekuatan dan pertambahan tauhid tersebut."_*[ Zaadul Ma'ad : 2/22 ] 🔳 *_Pohon tauhid dan pohon syirik_*Allohﷻ menyebutkan perumpamaan kalimat thayibah (kalimat tauhid) dengan kalamNya,أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ . تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ*_"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Alloh ﷻ telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Robbya. Alloh ﷻ membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat."_*Kemudian Alloh ﷻ menyebutkan perumpamaan kesyirikan,وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ*_" Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Alloh meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Alloh menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki."_*[Ibrohim: 24-27]Syaikh Ibnul Qoyim rohimahulloh menarasikan perumpamaan pohon ini,السنة شجرة والشهور فروعها والأيام أغصانها والساعات أوراقها والأنفاس ثمرها فمن كانت أنفاسه في طاعة فثمرة شجرته طيبة ومن كانت في معصية فثمرته حنظل وإنما يكون الجداد يوم المعاد فعند الجداد يتبين حلو الثمار من مرها*_"Hitungan tahun ibarat sebatang pohon, hitungan bulan ibarat cabangnya, hitungan hari ibarat rantingnya, dan hitungan jam ibarat dedaunan, sementara bilangan nafas adalah buahnya. Karena itu, siapa yang sepanjang nafasnya berisi ketaatan, maka akan muncul buah pohon yang nikmat. Dan siapa yang hitungan nafasnya berisi maksiat, buahnya seperti handzal (buah sangat pahit). Dan musim panennya adalah saat kiamat. Ketika panen, barulah kita tahu rasa buahnya, manis ataukah pahit."_*Kemudian beliau melanjutkan,والإخلاص والتوحيد شجرة في القلب فروعها الأعمال وثمرها طيب الحياة في الدنيا والنعيم المقيم في الآخرة وكما أن ثمار الجنة لا مقطوعة ولا ممنوعة فثمرة التوحيد والإخلاص في الدنيا كذلك*_"Ikhlas dan tauhid adalah pohon dalam hati. Cabangnya amal soleh, buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan yang abadi di akhirat. Sebagaimana buah surga tidak pernah terhenti dan tidak pernah putus, demikian pula buah dari tauhid dan ikhlas ketika di dunia, juga demikian."_*والشرك والكذب والرياء شجرة في القلب ثمرها في الدنيا الخوف والهم والغم وضيق الصدر وظلمة القلب وثمرها في الآخرة الزقوم والعذاب المقيم*_"Syirik, dusta, dan riya juga pohon dalam hati. Buahnya ketika di dunia bentuknya rasa takut, bingung, cemas, hati yang sempit, dan gelapnya hati. Sementara buah di akhirat adalah buah zaqqum dan siksa yang abadi."_*[al-Fawaid, hlm. 164] 🔳 *_Kontradiksi antara Islam (tauhid) dan syirik_*Islam dan syirik adalah dua hal yang selalu berlawanan dan tidak bisa bersama pada satu waktu, ketika seseorang berbuat syirik maka Islam telah hilang darinya (menjadi musyrik), sebaliknya bila seseorang ingin menjadi muslim hakiki maka harus berusaha terhindar dari perbuatan syirik.Syaikh Abdurrahman dan Syaikh abdil lathif rohimahulloh berkata:من فعل الشرك فقد ترك التوحيد فانهما ضدان لايجتمعان و نقيضان لا يجتمعان ولا يرتفعان *_" Barangsiapa yang berbuat syirik maka dia telah meninggalkan tauhid Karena keduanya adalah dua hal yang berlawanan yang tidak mungkin bersatu dan dua hal yang bertentangan tidak mungkin bersatu dan tidak mungkin hilang kedua- duanya."_*[Kitab syarh ashli diin Islam wa qo'idatihi dan kitab Al minhaj hal 12]Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata:ولهذا كان كل من لم يعبد الله فلا بد أن يكون عابدا لغير ه يعبد غيره فيكون مشركا و ليس في بني ادم قسم ثالث بل اما موحد او مشرك.*_“..Oleh sebab itu setiap orang yang tidak beribadah kepada Alloh maka pasti dia akan menjadi hamba selain-Nya, dia beribadah kepada selain-Nya maka dia menjadi musyrik dan tidak ada pada bani adam bagian yang ketiga tetapi hanya ada muwahid atau musyrik."_* (Kitab Al Fatawa 14/282,284).[Kitab haqo'iq oleh Syaikh Ali Khudair] 🔳 *_Kebinasaan dan bahaya syirik_*Syirik adalah hal besar yang membinasakan seorang hamba baik di dunia maupun akhirot. Karena itu itulah para nabi dan rosul diutus, yaitu untuk memperingatkan umat manusia tentangnya, supaya manusia menjauh darinya, memusuhinya dan membencinya. 🔸 *_Alloh ta'ala tak mengampuni dosa syirik bagi yang mati dalam keadaan musyrik_*Alloh ta'ala berkata,*_" Sesungguhnya Alloh tidak mengampuni orang yang berbuat syirik kepadanya dan (Alloh) mengampuni dosa selainnya (selain syirik) bagi orang yang dikehendakinya."_*[ An- Nisa' : 48 ]Dalam sebuah hadits disebutkan, أَتـَى النَّـبِيَّ ﷺ رَجُـلٌ، فــَقَالَ : يَارَسُـولَ اللَّهِ، مـَا الْمـُوجِبَــتَانِ ؟ فَــقَالَ : Seorang lelaki datang kepada Nabi sholallohu alaihi wa sallam dan bertanya,*_"Wahai Rosululloh, apakah dua hal yang mengharuskan itu ?"_*Maka, beliau menjawab,《 مَـنْ مـَاتَ لَا يُشـْرِكُ بـِاللَّهِ شَيْــئًا دَخـَلَ الْجــَنَّةَ، وَمَـنْ مَـاتَ يُشـْرِكُ بِـاللَّهِ شَيــْئًا دَخَـلَ الـنَّار .》 *_" Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan tidak memperserikatkan Alloh dengan sesuatu apapun maka ia akan masuk surga, dan barangsiapa yang meninggal dalam keadaan memperserikatkan Alloh maka ia akan masuk neraka."_*[HR. Muslim (93)]Imam Asy-Syaukani rohimahulloh berkata,لا خـلاف بين المســلمين أن المــشرك إذا مـات على شــركه لم يــكن من أهـل المغــفرة التي تفــضل الله بـها على غـير أهـل الشـرك حـسبـما تقــتضـيه مـشيئــته وأمـّا غيـر أهـل الشـرك من عــصاة المـسلميـن فـداخلـون تحــت المـشيـئة يغــفر لمـن يـشاء ويــعذب مـن يشاء. *_"Tidak ada perselisihan dikalangan kaum muslimin bahwa orang musyrik yang mati diatas kesyirikannya maka ia tidak termasuk ahli maghfiroh (yang akan dapat ampunan), yang Alloh utamakan mereka selain dari orang-orang musyrik, sesuai dengan kehendak Alloh Azza wa Jalla,_**_Adapun selain pelaku kesyirikan dari kalangan pelaku maksiat dikalangan kaum muslimin, maka masuk dalam lingkup dibawah kehendak Alloh,_**_Alloh akan ampuni bagi siapa saja yang dikehendaki dan Alloh akan adzab siapa saja yang Alloh kehendaki."_*[ Fathul Qodir (1/549)]🔸 *_Syirik menghapus semua amal_*Alloh tabaaroka wa-ta'alaa berkata,*_“Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (para Nabi) yang sebelummu, 'Jika kamu berbuat syirik, niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.' ”_*[Az-Zumar : 65]Kalam Alloh ta'ala diayat lain,*_".. Itulah petunjuk Alloh, yang dengannya Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya. Seandainya mereka mempersekutukan Alloh, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan ..”_*[ An-An’am: 88]🔸 *_Orang yang mati dalam keadaan musyrik, ia diharamkan masuk jannah dan kekal di neraka_**_" Sesungguhnya barang siapa berbuat syirik terhadap Alloh, maka sungguh Alloh mengharamkan baginya jannah dan tempatnya adalah neraka. Dan tiada para penolong bagi orang- orang yang dzalim (orang- orang musyrik)."_*[ Al Maidah : 72 ]🔳 *_Perumpamaan orang- orang musyrik_*Orang- orang musyrik adalah orang yang hina disisi Alloh ta'ala dan disisi makhluknya. Mereka jauh dari petunjuk Alloh ta'ala, tetsesat, bingung, tak memiliki pegangan, sehingga ketika hidup di dunia mereka kebingungan dan hanya dibimbing oleh hawa nafsunya. Menghindar dari petunjuk Alloh ta'ala dan RosulNya. Alloh ta'ala membuat perumpamaan tentang mereka, orang- orang musyrik dibeberapa ayatNya, diantaranya,🔸 *_Bagai jatuh dari langit lalu disambar burung_*Alloh ta'ala berkata,حُنَفَاءَ لِلّٰهِ غَيْرَ مُشْرِكِيْنَ بِهِ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللّٰهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِى بِهِ الرِّيْحُ فِي مَكَانٍ سَحِيْقٍ. *_" (Beribadahlah) dengan ikhlas kepada Alloh tanpa berbuat syirik kepadaNya. Barang siapa berbuat syirik kepada Alloh, maka seakan- akan dia jatuh dari langit lalu disambar burung atau diterbangkan angin ketempat yang jauh."_*[ Al Hajj : 31 ] Penjelasan, yakni (beribadah) dengan mengiklaskan niat beragama karena Alloh, menyimpang dari kebatilan menuju jalan yang hak.Kemudian Alloh ta'ala membuat tamsil (perumpamaan) perihal orang musyrik dalam hal kesesatannya dan kejauhannya dari jalan hidayah. Alloh ta'ala berkata,*_" Barang siapa berbuat syirik terhadap Alloh, maka seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung.(al Hajj : 31)_*Maksudnya, terjatuh dari ketinggian, lalu disambar oleh burung selagi masih di udara.*_" Atau diterbangkan oleh angin ketempat yang jauh (al Hajj : 31)_*Yaitu, jauh lagi membinasakan setiap orang yang terjatuh padanya. Karena itu, telah disebutkan didalam hadits Al Barra yang menyebutkan bahwa sesungguhnya orang kafir itu apabila dimatikan oleh malaikat pencabut nyawa, mereka langsung membawa naik rohnya ke langit. Akan tetapi, semua pintu langit tidak dibukakan untuknya. Akhirnya rohnya dilempar dari langit (ketempat yang jauh).Kemudian Al Barra membaca ayat ini.[ Tafsir Ibnu Katsir ]🔸 *_Bagai orang yang disesatkan oleh setan ditempat yang menakutkan dan dalam keadaan bingung_*Alloh ta'ala berkata,قُلْ أَنَدْعُوْ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَالَا يَنْفَعُنَا وَ لَا يَضُرُّنَا وَ نُرَدُّ عَلَى أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا اللّٰهُ كَالَّذِيْ إِسْتَهْوَتْهُ الشَّيَاطِيْنُ فِى الْاَرْضِ حَيْرَانَ لَهُ أَصْْحَابٌ يَدْعُوْنَهُ إِلَى الْهُدَى اءْتِنَا قُلْ إِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدَى وَ أُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ*_" Katakanlah, 'Apakah kita akan menyeru selain Alloh, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudhorotan kepada kita, dan (apakah) kita akan dikembalikan kebelakang sesudah Alloh memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan, dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan- kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan), 'Marilah ikut kami.' Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Alloh itulah (yang sebenarnya) petunjuk dan kita diperintah agar menyerahkan diri kepada Robb seluruh alam."_*[ Al An'am : 71 ]▪️Penjelasannya, _As-Saddi mengatakan bahwa orang-orang musyrik berkata kepada orang-orang muslim, "Ikutilah kami dan tinggalkanlah agama Muhammad itu." Maka Alloh ta'ala menurunkan kalamNya, *_"Apakah kita akan menyeru selain Alloh, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita, tidak (pula) mendatangkan kemudhorotan kepada kita dan apakah kita akan dikembalikan kebelakang" (al An'am : 71)_*Yakni, kembali kepada kekafiran sesudah Alloh memberi petunjuk kepada kita. Yang akibatnya perumpamaan kita sama dengan orang yang disesatkan oleh setan ditanah yang mengerikan. Dikatakan bahwa perumpamaan kalian, jika kalian kembali kepada kekafiran sesudah kalian beriman, sama halnya dengan seorang lelaki yang berangkat bersama suatu kaum dalam suatu perjalanan, dan ternyata ia tersesat, lalu setan datang menyesatkannya ditempat yang ia tersesat sehingga ia kebingungan, padahal teman-temannya dijalan yang sebenarnya.Lalu teman- temannya menyerunya agar ia bergabung bersama mereka dengan berkata, "Kemarilah, ikutlah kami." Tetapi ia tidak mau bergabung dengan mereka. Demikianlah perumpamaan orang yang mengikuti orang kafir setelah ia mengetahui keadaan Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. Sedangkan dalam perumpamaan ini, orang yang memanggilnya kejalan yang benar adalah Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, dan Islam diserupakan sebagai jalannya.Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.Qotadah mengatakan sehubungan dengan makna kalamNya *_"yang disesatkan oleh setan di pesawangan yang menakutkan"_* (Al An'am : 71), artinya disesatkan oleh setan dari jalan yang ditempuhnya, yakni setan membujuknya dari jalan yang ditempuhnya. Pengertian *istahwa* ini sama dengan lafaz *tahwi* yang terdapat dalam kalanNya, *_"cenderung kepada mereka"_*(Ibrohim : 37).[ Tafsir Ibnu Katsir ] 🔳 *_Jangan pernah merasa aman dari syirik_*Kesyirikan adalah perkara yang menakutkan. Ia bagai virus yang menyebar ganas. Bisa menjangkiti siapa saja kecuali hamba- hamba yang dirahmati dan dihidayahi Alloh ta'ala. Bahkan para Nabi dan Rosul pun tidak merasa aman darinya dan mengkhawatirkan diri dan keturunannya terjangkitinya.Alloh subhaanah berkata,﴿وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ ﴾Alloh ta'ala berkata,*_"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: Ya Robbku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”_* [ Ibrohim : 35 ]Ibrahim At-Taimy rohimahulloh berkata:من يأمن البلاء بعد إبراهيم خليل الرحمن؟*_“Siapa yang merasa aman dari musibah kesyirikan ini setelah nabi Ibrahim kekasih Arrohman?.”_*[Tafsir Alwasith Lilwahidi: 3/33]Wallohu a'lam.*# Al Bulury*_____________________________[صورة 600.jpg]
Postingan populer dari blog ini
Komentar
Posting Komentar